Published On: Kam, Sep 10th, 2015

Tuban Tidak Melarang Pendirian Minimarket

TUBAN

grafis: seputartuban.com

                      grafis: seputartuban.com

seputartuban.com-Pemkab Tuban menegaskan tidak akan membatasi apalagi melarang pendirian minimarket yang akan melakukan ekspansi bisnis waralaba ke wilayah kecamatan, bahkan hingga pelosok pedesaan sekalipun.

Sekretaris badan pelayanan perizinan terpadu (BPPT) Kabupaten Tuban, Soni Kurniawan, mengatakan pendirian toko modern atau minimarket diperbolehkan selama tidak melanggar ketentuan yang sudah ada.

Soni menjelaskan, dalam pendirian toko modern juga wajib memenuhi ketentuan, kondisi sosial ekonomi masyarakat, keberadaan pasar tradisional, usaha mikro yang ada di wilayah sekitar serta pengaturan jarak dengan pasar tradisonal yang sudah lebih dulu ada.

“Salah satu syarat pendirian minimarket dan pasar modern paling tidak jaraknya minimal harus 500 meter dari pasar tradisional,” tegas Soni, Kamis (10/09/2015) siang.

Meski begitu, menurut dia, dengan kelonggaran itu bukan berarti Pemkab Tuban lantas menjadi tidak selektif atau memberikan kebebasan seluas-luasnya terhdap ekspansi bisnis waralaba.

Soni lantas mencontohkan keberadaan minimarket di Kecamatan Merakurak yang ditutup Pemkab Tuban karena perizinannya belum lengkap. Minimarkaet ini sedianya akan melengkapi bisnis serupa yang sebelunya sudah beroperasi tak jauh dari Pasar Merakurak,

“Untuk minimarket di Merakurak yang baru itu sementara kita tutup, sebab belum memiliki izin,” jelas Soni.

Dia mengimbuhkan, ke depannya Kecamatan Merakurak akan masuk dalam wilayah perkotaan sebagai penyangga ekonomi. Untuk itu, kata Soni, selama jaraknya jauh dengan pasar tradisional dan pertokoan kecil maka pendirian minimarket tetap akan diberikan izin.

grafis: seputartuban.com

                          grafis: seputartuban.com

Tetap Relevan dengan Konsep Pasar Tradisonal

“Kalau yang sudah ada di dekat pasar tradisional itu (Pasar Merakurak) akan kita biarkan. Tetapi bila ada yang baru dan dekat pasar tradisional tidak diperbolehkan,” tandas Soni.

Hanya saja, dia mebantah jika menjamurnya bisnis waralaba yang didominasi minimarket pada hampir semua wilayah kecamatan di Bumi Wali, bertolak belakang dengan program yang dicanangkan Pemkab Tuban untuk mengembangkan pasar-pasar tradisional yang ada.

“Tidak ada korealsinya itu. Yang pasti Pemkab Tuban tetap berkomitmen menjaga dan mengembangkan pasar tradisonal dengan konsep serta manajemen yang akan membuat keberadaannya (pasar tradisonal) menjadi semakin kuat juga mapan,” ungkap dia.

Sementara Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Farid Achmadi, mengatakan sesuai dengan perda nomor 06 tahun 2013 tentang penyelenggaraan usaha bidang perdangan, bahwa usaha toko modern harus memiliki IUTM dari bupati.

Selain itu, kata dia, toko modern wajib mengacu pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang, termasuk peraturan zonasinya.

“Kita masih menyusun peraturan bupati (perbup) terkait pelaksanaan dari perda itu sendiri,” tutur Farid ditemui terpisah.

Berdasar pantauan seputartuban.com, saat ini bisnis warlaba yang lebih banyak didominasi minimarket sudah merambah hampir semua kecamatan di Kabupaten Tuban. Yang paling fenomenal adalah adalah segera akan berdirinya pisat pasar modern di Jalan Basuki Rahmat Tuban.

Sedangkan wilayah yang berpeluang suburnya ekspansi waralaba adalah Kecamatan Rengel. Saat ini di Kecamatan Rengel setidaknya sudah berdiri dua minmarket dan dua supermarket.

Minimarket pertama berada di sebelah Pasar Desa Rengel dan Desa Maibit. Sedangkan dua supermarket bercokol di depan Makoramil Rengel serta Desa Prambon Wetan. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author