Published On: Sab, Apr 16th, 2016

Tuban Potensi Gagal Raih Adipura Gara-gara Tambang Liar

TUBAN

Sekretaris BLH Tuban, Bambang Irawan

Sekretaris BLH Tuban, Bambang Irawan

seputartuban.com – Aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Tuban menjadi masalah untuk memperoleh Piala Adipura. Karena reklamasi pasca tambang tidak dilakukan, sehingga menjadi perosalan baru dalam pengelolaan kewilayahan.

Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tuban, Bambang Irawan, Kamis (14/4/2016) mengatakan, mulai tahun ini, instrumen penilaian penghargaan Adipura tidak hanya menyangkut ruang terbuka hijau (RTH), dan tata kelola air dan udara. Namun menyangkut pertambangan dan kehutanan masuk dalam instrumen penilaian.

Dia melanjutkan, penilaian yang menyangkut pertambangan meliputi tambang ilegal dan reklamasi bekas tambang. Sedangkan kehutanan meliputi kebakaran hutan dan ilegal loging.

Bambang tidak memungkiri, tambang di Kabupaten Tuban banyak yang tidak memperhatikan dampak lingkungan, diantaranya bekas lokasi tambang dibiarkan saja. Hal itu disebabkan aktivitas pertambangan ilegal, sehingga mereka usai menambang dibiarkan saja. Pengelola tidak mengantongi Surat Ijin Pertambangan (SIP).

Sebagian besar berada di kawasan Perhutani Tuban. “Kami tidak bisa intervensi karena itu wilayah Perhutani, mereka yang berwenang penuh terhadap hutan kawasannya. Karena itu harus tegas, agar hutan juga tidak semakin rusak,” ungkap Bambang.

Dalam UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, jelas menyebut aktivitas pertambangan di kawasan hutan bisa dilakukan jika mendapat rekomendasi dari Menteri Kehutanan. Dia memastikan tambang batu kapur yang tersebar adalah skala kecil yang tentunya tidak sanggup penuhi syarat untuk pengajuan izin. “Tambang di Kabupaten Tuban umumnya skala kecil. Rekomendasi Menteri Kehutanan syaratnya juga tidak mudah hanya bisa diperoleh perusahaan besar,” jelas Bambang.

Bambang menambahkan tambang tambang liar tidak memenuhi standart teknis. Karena itu memiliki resiko sangat besar terhadap lingkungan. Terlebih semakin tidak terkontrol hingga kawasan konservasi pun kini tak luput dari jarahan para penambang kapur liar itu.

Bambang menyimpulkan, untuk mempertahankan Adipura tahun ini cukup berat bagi Kabupaten Tuban. Diketahui, kurang lebih 50 titik lokasi pertambangan dan Kehutanan yang akan dinilai. Tim penilai dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, lembaga swadaya masyarakat (LSM) . USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author