Published On: Rab, Okt 22nd, 2014

Tuban Masuk Kabupaten Termiskin di Jatim

KEREK

EKSOTIKA BUMI WALI: Inilah pintu gerbang Kabupaten Tuban yang berada di perbatasan Kota  Babat, Lamongan, saat malam hari. (foto: kamerabayusakti)

EKSOTIKA BUMI WALI: Inilah pintu gerbang Kabupaten Tuban yang berada di perbatasan Kota
Babat, Lamongan, saat malam hari. (foto: KAMERABAYUSAKTI)

seputartuban.com-Diam-diam, di balik gemerlap cahaya lampu serta eksotika alam dan destinasi Bumi Wali seperti Masjid Agung yang menyerupai “dunia fantasi”, juga banyak pesona bahari lainnya, ternyata Kabupaten Tuban menyimpan ironi.

Menjamurnya industri besar seperti PT Semen Indonesia, PT Holcim dan kilang minyak di Kecamatan Soko, berikut pabrik berskala nasional lainnya, seolah tak memberikan kontribusi terhadap sumber daya di tengah masyarakat. Bisa dibilang tetap membuat warga Tuban miskin.

Menariknya, soal potret kemiskinan tersebut blak-blakan diakui Bupati Tuban Fatkhul Huda  saat memberikan kata sambutan dalam acara pembukaan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap PT Semen Indonesia di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Rabu (22/10/2014) siang.

FATHUL HUDA: Dengan perkembangan industri yang ada di Tuban memang mampu meningkatkan  ekonomi masyarakat, tapi baru menyentuh bagi kelas menegah ke atas. Namun masalah  kemiskinan yang ada masih menjadi problem yang perlu adanya penanganan serius.

FATHUL HUDA: Dengan perkembangan industri yang ada di Tuban memang mampu meningkatkan
ekonomi masyarakat, tapi baru menyentuh bagi kelas menegah ke atas. Namun masalah
kemiskinan yang ada masih menjadi problem yang perlu adanya penanganan serius.

Menurut dia, tahun ini kabupaten yang dipimpinnya masuk ranking 10 wilayah paling miskin di Jawa Timur. Namun begitu, sambung Huda, posisi ini sudah lebih baik ketimbang tahun 2013 lalu dimana Kabupaten Tuban menghuni urutan ketujuh di antara 33 kabupaten dan kota se Jawa
Timur. Jika diprosentase mengalami penurunan sebesar 4 persen.

“Tentu saja ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Apalagi saat ini Tuban sebagai salah satu kabupaten yang akan menjadi sentra industri. Dengan perkembangan industri yang ada di Tuban memang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, tapi baru menyentuh bagi kelas menegah ke atas. Namun masalah kemiskinan yang ada masih menjadi problem yang perlu adanya penanganan serius,” papar Fathul Huda panjang lebar.

Disebutkan, secara nasional 97 persen tenaga kerja dihasilkan dari UMKM, terutama di Kabupaten Tuban. Itu dibuktikan dengan fakta 87 persen peningkatan ekonomi sangat luar biasa. Saat ini pemerintah terus melakukan upaya dengan peningkatan ekonomi masyarakat terutama di bidang UKM.

“Kita harapkan peran serta perusahaan dalam pengentasan kemiskinan, yaitu melalui dana  CSRnya. Sehingga tidak hanya memberikan sesuatu yang sifatnya hanya sementara, tetapi harus ada keberlanjutan,” tandas Huda. MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos