Published On: Kam, Jan 5th, 2017

Truk Muatan “Melangit” Bebas Hilir Mudik

seputartuban.com, MONTONG – Keberadaan sejumlah truk bermuatan sekam padi yang melintas di kawasan Tuban selatan dan tengah sangat diresahkan masyarakat. Bahkan juga membawa korban masyarakat akibat muatan “melangit” menyangkut kabel listrik.

BERANTAKAN : Kondisi rumah terdampak buruk akibat truk bermuatan “melangit” melintas di kawasan jalan raya poros Kecamatan Montong

Biasanya mereka melintas dari kawasan jalan provinsi Kecamatan Parengan – Kecamatan Singgahan. Lalu melewati jalan poros Kecamatan Singgahan-Kecamatan Montong. Kemudian jalan Kecamatan Montong – Kecamatan Merakurak, hingga akhirnya di kawasan Kecamatan Kerek.

Warga maupun pengguna jalan sangat mengeluh atas kondisi itu. Namun nampaknya pelanggaran didepan mata itu luput dari penindakan. Terbukti hilir mudik truk dengan angkutan “melangit” masih saja aman melintas saat siang maupun malam hari.

Yang dikeluhkan adalah kondisi muatan yang menjulan tinggi dan tidak ditutup rapi. Bagi pengguna jalan sangat membahayakan, karena khususnya pemotor, sekam padi terhempas akibat tertiup angin. Sehingga pengguna jalan dibelakangnya sangat terganggu. Sedangkan bagi pengemudi mobil, truk yang jalanya lambat sangat sulit didahului. Karena selain melintas agak ketengah jalan, juga kondisi jalan raya tidak memungkinkan jika mendahului truk yang bermuatan sekam padi itu.

BIASA LEWAT : Kondisi truk yang muatanya sangat melebihi kapasitas menyebabkan kerugian bagi pihak lain

Belum lagi kondisi berbahaya, muatan truk dapat menyangkut pohon atau kabel listri. Seperti yang terjadi di Kecamatan Montong belum lama ini.

“Sangat membahayakan, kemarin saja ada truk bermuatan sekam padi yang nyangkut kabel listrik besar hingga putus dan tersangkut diatap warung. Karena panik, pemilik warung berlari keluar hingga tertambrak oleh kendaraan lain yang melintas,” ungkap Mokhamad Shohib, salah seorang warga dan sopir itu, (4/1/2017) siang.

Menurutnya, Selasa (3/1/2017) sekitar Pukul 11:30 WIB dijalan poros penghubung Kecamatan Singgahan menuju Kecamatan Montong. Tepatnya kawasan Dusun Topar, Desa Talangkembar, Kecamatan Montong. Melintas truk bermuatan sekam padi bernopol S 8114 HB yang dikemudikan oleh Darsim (51) warga Dusun Krajan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Saat melintas, dari arah barat menuju timur bermuatan sekam padi menjulang. Muatan truk jenis Engkel tersebut menyangkut kabel listrik bertegangan tinggi hingga putus dan menimpa warung yang berada diseberang jalan hingga bangunan atapnya ambruk.

Karena panik, pemilik warung Dasih (50), segera berlari keluar untuk menyelamatkan diri. Namun sayangnya, saat di jalan raya ia tertabrak oleh kendaraan jenis isuzu Elf Bernopol N 7564 T yang dikemudikan Utomo (33) warga Desa Gebang Angkrik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Dan harus dilarikan ke RSUD Kabupaten Bojonegoro untuk mendapatkan pertolongan medis.

Secara aturan, muatan yang dibawa kendaraan jenis bak terbuka itu terbukti menyalahi Surat keputusan Dirjen perhubungan darat, Nomor 727/AJ.307/DJRD/2004 tentang pedoman teknis pengangkutan barang di jalan pada Bab II tentang tata cara pengangkutan barang umum.

Pada Bab tersebut menjelaskan tentang muatan kendaraan tidak boleh melebihi jendela kabin belakang. Agar pengemudi dapat melihat bagian belang kendaraan melalui spion yang berada didalam kabin. Sedangkan penindakanya, pengemudi dapat dikenakan pasal 307 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Karena tidak mematuhi ketentuan tatacara angkut dan dimensi kendaraan.

“Biasanya pada musim panen, banyak beriringan kendaraan yang memuat sekam padi melintas diwilayah setempat. Paling banyak dari Wilayah Lamongan, mereka sengaja melalui jalur jalur kecil untuk menghindari pantauan petugas,” imbuh Kasi Pengendalian Operasi, Dina Perhubungan Pemkab Tuban, Sugianto, Rabu, (4/1/2017) siang.

Ia mengaku, pihaknya tidak dapat bertindak banyak untuk memberikan tindakan tegas atas pelanggaran yang terjadi. Hal itu disebabkan karena keterbatasan jumlah anggotanya. Selain itu juga harus melibatkan petugas lalulintas. Sedangkan di wilayah setempat, tidak ada petugas lalulintas yang disiagakan.

Menanggapi Hal itu, Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Eko Iskandar menjelaskan pihaknya sudah memberikan tindakan tegas pengemudi yang melakukan pelanggaran muatan melebihi kapasitas. “Yang memiliki aturan, ukuran, dan baku mutu muatan hingga dikatakan tidak boleh melebihi sepertiga dari lebar berikut dimensi kendaraan itu Dishub. Jika kami mengetahui maka sanksinya ya tilang,” lanjutnya.

Kasat Lantas meminta agar masyarakat segera melapor kepada petugas jika mengetahui kendaraan bermuatan lebih sedang melintas.Karena kondisi itu sangat membahayakan bagi pengemudi dan pengguna jalan lainya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author