Published On: Jum, Jul 10th, 2015

Truk Barang Dilarang Melintas Kecuali Sembako

TUBAN

illustrasi: GOOGLE IMAGE DIOLAH

illustrasi: GOOGLE IMAGE DIOLAH

seputartuban.com-‎​Untuk memberikan kenyamanan umat muslim merayakan Idul Fitri tahun 2015 ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban melarang truk pengangkut barang melintas di jalan raya mulai H-5 hingga H+3 lebaran.

Kebijakan tersebut tidak berlaku untuk truk bermuatan sembako dan bahan bakar minyak (BBM) atau gas yang boleh melintas. Armada yang memuat kebutuhan vital ini tetap bebas melintas. Apalagi dipekirakan kebutuhan akan sembako, elpiji dan BBM terus meningkat saat lebaran.

“Angkutan bahan bangunan, kereta tempelan, kereta gandengan, dan angkutan barang bersumbu lebih dari dua dilarang beroperasi,” kata Kepala Dishub Tuban, Faraith, saat dihubungi seputartuban.com terkait prepare yang akan dilakukan jelang Idul Fitri, Jumat (10/07/2015) siang.

Dijelaskan, selain membawa sembako, elpiji serta BBM hanya truk pengangkut ternak ternak, kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), pupuk, susu murni dan barang antaran pos yang dibolehkan beroperasi sejak larangan diberlakukan H-5 sampai H+3 Idul Fitri.

Kebijakan itu sesuai dengan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat nomor SK 1364/AJ.201/DRJD/2015 tentang aturan pengangkutan barang saat lebaran dibatasi. Pembatasan dimulai H-5 atau 12 Juli pukul 00.00 WIB hingga 21 Juli atau H+3 pukul 24.00 WIB.

Untuk memantau kebijakan tersebut Dishub Tuban juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, yang mempunyai kewenangan melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar aturan.

Dishub Kabupaten Tuban juga sudah memasang tanda peringatan untuk daerah yang dianggap rawan kecelakaan dan kemacetan.

“Melihat libur yang panjang kali ini semoga tidak terjadi kemacetan,” tegas Faraith.

Dia mengatakan, larangan truk beroperasi pada saat menjelang arus mudik dan arus balik tahun ini lebih lama dibandingkan tahun kemarin. Tahun lalu pemberlakuan larangan itu dimulai H-3 lebaran hingga H+1 lebaran.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author