Published On: Jum, Des 12th, 2014

Tentara Gadungan Pedayai Mahasiswi Parengan

PARENGAN

Borgol-2seputartuban.com-Penampilan oke dan meyakinkan tak selamanya menjamin kepribadian dan jati diri seseorang. Bahkan tak jarang hanya alat untuk tipu-tipu dengan tujuan menguras dompet dan harta benda korbannya.

Dan, gara-gara terkesima penampilan oke Agus Susanto warga Desa Medalem, Kecamatan Senori, beusia 21 tahun yang mengaku sebagai anggota TNI AD, membuat gadis imut EF asal Desa Margorejo, Kecamatan Parengan langsung klepek-klepek.

Bahkan, mahasiswi sebuah PTS di Tuban ini rela merogoh koceknya dalam-dalam ketika Agus yang mengaku berdinas di Mahkamah Militer (Mahmil) tersebut meminta sejumlah uang dengan alasan untuk mengurus pindah tugas ke Pulau Jawa. Total uang yang mengalir ke rekening Agus hingga mencapai Rp 5,7 jta.

Peristiwa tipu menipu itu sendiri berawal Agustus 2014 lalu. Saat itu EF mengenal Agus pertama kali melalui media sosial facebook. Untuk menyakinkan calon korbannya Agus memasang foto dirinya dengan seragam TNI di akun facebooknya.

Singkat cerita, perkenalan dari dunia maya kemudian belanjut ke dunia nyata. Begitu ketemu EF langsung termehek-mehek. Selain penampilannya oke ternyata playboy cap garpu ini pintar juga menyenangkan hati cewek. Keduanya kemudian saling jatuh cinta dan berencana akan menikah. Peluang ini tak disia-siakan Agus dan langsung memasang jerat.

Dengan alsan untuk mengurus pindah tugas dari Medan ke Surabaya lantas Agus meminta sejumlah uang secara bertahap. Namanya sudah klepek-klepek, EF hooh saja ketika disuruh mentransfer uang mutasi itu ke rekening milik tante Agus. Saat itu sama sekali EF tak berpikir logis, katanya anggota TNI lah kok rekening bank saja nggak punya. Proses transfer dilakukan sebanyak sembilan kali dengan total Rp 5,7 juta.

Tapi, ibarat serapat-rapatnya menyimpan bangkai akhirnya tercium juga. Aksi Agus terbongkar saat keluarga korban tengah menggelar hajatan. Karena telah berencana menikah, Agus kemudian diperkenalkan kepada keluarga besar EF.

Saat ditanya bapak korban berapa NRP-nya Agus menjawab dengan deretan angka 10 digit. Malam itu memang warga sekitar dan keluarga sedang berkumpul karena sedang jagongan. Salah satu di antaranya anggota Koramil Parengan. Mengetahui Agus salah menyebutkan NRP-nya, dia langsung dilaporkan ke polisi.

Kapolsek Parengan, AKP Ahmad Kusrin, membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, tersangka dijerat pasal 370 KUHP dan saat ini menjadi tahanan titipan Lapas Tuban.

“Saat ini masih kita proses. Pengakuan tersangja Uang hasil penipaun dipakai untuk beli handphone dan reparasi kendaraan. Sisa uang Rp 400 ribu kita jadikan barang bukti,” kata Kusrin, Jumat (12/12/2014) siang.  MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author