Published On: Jum, Jun 26th, 2020

Tingkatkan Masa Tanam Padi di Tengah Pandemi Covid-19, Mentan Gencarkan Program PKBM

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

seputartuban.com, RENGEL – Dalam upaya membangkitkan kembali sektor pertanian di masa Pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian RI mulai gencar dalam melakukan peninjauan implementasi Program Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM) di berbagai daerah. Salah satunya adalah kunjungan Mentan di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban Jawa Timur, Jumat (25/6/2020).

Turut hadir dalam acara kunjungan tersebut yakni, Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo SH.,M.Si, wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, Bupati Tuban, Fathul Huda dan Forkopimda kabupaten Tuban.

Juga hadir, Ditjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi M.Sc, Ditjen Hortikultura Dr. Ir. Prihasto Setyanto M.Sc, Ditjen Perkebunan Dr.Ir. Kasdi Subagyono M.Sc, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. I Ketut Diarmita M.P, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Dr. Sarwo Edhy S.P., M.M, Pgs. Head of Consumer Banking BNI Wilayah Surabaya, Faizal Isnaeni, Pimpinan Cabang BNI Tuban Eri Prihartono. Pada kesempatan tersebut, Kementan sekaligus menyerahkan bantuan dan KUR Tani untuk mendukung program PKMB di Tuban.

Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung di Kabupaten Tuban

Dalam sambutannya, Kementan RI, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, komitmen Kementan dalam mendukung percepatan masa tanam dengan program PKMB. Menurutnya, selain untuk meningkatkan percepatan masa tanam dan masa panen juga untuk mengantisipasi adanya kekurangan tenaga petani. “Krena dengan tenaga mekanisasi atau alat mesin pertanian (alsintan) ,otomatis masa tanam akan lebih cepat sehingga masa panen dapat dilakukan tepat waktu,” ungkapnya.

Selain itu, Syahrul menambahkan pada tahun 2020, secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta hektare, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektare.

“Kami mengharapkan kepada Provinsi dan Kabupaten atau Kota, melakukan gerakan di lapangan dan menggerakkan Strategi Pertanian di Kecamatan sebagai ujung tombaknya. Komitmen yang kuat semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan akan menjadi indikator keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi,” ujarnya.

Lanjut Syahrul, untuk mewujudkan kemandirian pangan, oleh karenanya sasaran tanam padi 2020 ini cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya. Langkah nyata yang diambil guna mewujudkan hal ini adalah pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dimaksimalkan dengan mekanisasi mulai dari saat tanam menggunakan mesin penanam padi sampai dengan masa panen menggunakan mesin pemanen.

Lebih lanjut, dalam mendorong Program PKMB ini Kementan juga mengoptimalkan Program KUR Tani, BNI sebagai salah satu Bank BUMN yang ditunjuk untuk menyalurkan program tersebut akan fokus dalam mewujudkan program-program pemerintah khususnya di bidang pertanian.

Sementara itu, Gunawan Putra Head of Region BNI Kanwil Surabaya menjelaskan. BNI menyambut positif Program PKMB yang digencarkan Kementan untuk mencapai target tanam di tahun 2020 dengan komitmen untuk menyalurkan alokasi KUR Tani kepada petani, baik untuk sarana pembelian alsintan atau pupuk selama masa tanam.

“Saat ini BNI telah menyalurkan KUR Tani di Wilayah Surabaya sebanyak Rp 250.385 Milyar dengan jumlah debitur 20.512. Sedangkan untuk Kabupaten Tuban sendiri sudah tersalurkan Rp 74.834 Miliar dengan jumlah debitur 7.255 per tanggal 24 Juni 2020,” tandasnya.

Tak hanya itu, untuk memitigasi risiko terjadinya kredit macet seperti kasus KUR di tahun 1990 an berdasarkan Permenko Nomor 8 Tahun 2019 tentang pelaksanaan KUR, bunga KUR Tani turun dari 7% menjadi 6%, dengan jangka waktu maksimal 5 tahun diharapkan petani bisa memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mendapatkan pembiayaan.

“Skema pinjaman ini pun berbeda dengan pinjaman komersial lainnya, petani dapat mencicil pinjaman apabila produk pertaniannya sudah di panen atau istilahnya. “Yarnen” (bayar panen),” pungkas Gunawan Putra.

Untuk di ketahui, dalam kunjungan kerja Kementan RI di Kabupaten Tuban, sekaligus menyerahkan bantuan dan KUR Tani untuk mendukung program PKMB di Tuban. RLS/RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

komentar dengan santun

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Videos

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Data Update Coid-19 Indonesia Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :