Published On: Sab, Agu 13th, 2016

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, PT Semen Indonesia Kembangkan Batik Cap

KEREK

sepatartuban.con – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) melakukan peningkatan keahlian kaum perempuan di Kecamatan Kerek. Pelatihan tersebut berupa pembuatan batik cap yang bagi warga Desa Gaji dan Desa Karanglo.

PERHATIAN PERUSAHAAN : Pembukaan pelatihan batik cap yang dihadiri lintas perwakilan lembaga

PERHATIAN PERUSAHAAN : Pembukaan pelatihan batik cap yang dihadiri lintas perwakilan lembaga

Dua kelompok terdiri dari 20 orang diberikan pelatihan membuat batik cap yang didanai oleh PT SI sebesar Rp. 200 juta. Dalam pelaksanaannya PT SI menggandeng LSM Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban sebagai pendamping dan juga pelaksana.

Kabiro Humas dan CSR PT Semen Indonesia, Wahyu Darmawan mengatakan, pelatihan itu sebagai kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yaitu pembuatan batik tulis dengan pewarnaan alami. Sedangkan untuk pelatihan batik cap ini melihat potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di wilayah Tuban, sebab sampai saat ini masih belum ada.

“Peminatnya banyak dan harganya lebih murah, sehingga sangat berpotensi dikembangkan di Tuban,” kata Wahyu Darmawan usai membuka acara tersebut di kantor Kecamatan Kerek, Rabu (11/8/2016).

Rencananya pengembangan batik cap itu akan menjadi percontohan di Tuban. Pelatihan akan dilaksanakan selama 6 bulan dan akan ditindak lanjuti dengan pemberian bantuan pinjaman modal bagi kelompok itu. “Tindak lanjutnya akan kita dukung dengan memberikan pinjaman lunak sehingga bisa dikembagkan secara kelompok,” sambung Wahyu.

Sementara itu, Camat Kerek, Rohman Ubaid mengatakan bahwa pelatihan pembuatan batik cap itu merupakan terobosan baru dan sangat berpotensi berkembang di Kecamatan Kerek. Sehingga peminat batik untuk kalangan menegah kebawah bisa bisa terlayani.

Sebab saat ini untuk batik tulis peminatnya hanya kalangan menegah keatas, karena harganya mahal. Untuk batik cap ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar, terutama untuk kebutuhan seragam sekolah. “Batik cap sangat prospek dikembangkan, sebab kebutuhan masyarakat juga banyak untuk jenis batik itu, sebab harga terjangkau, teruma untuk kebutuhan seragam sekolah,” jelasnya.

Camat Kerek berharap agar pelatihan ini benar-benar dijalankan dengan baik dan ada tindak lanjut dari perusahaan. Dengan harapan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengembangkan budaya yang ada di Tuban. “Batik ini merupakan budaya Tuban yang perlu dilestarikan dan bisa menjadi aikon peningkatan ekonomi masyarakat,” sambungnya.

Selain itu, nantinya bila benar-benar bisa berkembang dan sudah berjalan akan mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Sebab bila sudah ada kelompok usaha dan berjalan maka Pemkab akan memberikan bantuan baik berupa pelatihan lanjutan maupun bantuan modal. “Bila sudah eksis maka pemerintah akan memberikan bantuan dan juga program lanjutan agar bisa berkembang,” kata Camat. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author