Published On: Jum, Des 13th, 2013

Timpora Perketat Pengawasan Warga Asing

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Pengawasan terhadap imigran di Kabupaten Tuban masih lemah. Sehingga Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Pemkab Tuban, melakukan rapat kerja di Gedung Korpri Pemkab Tuban, Kamis (12/12/2013).

pemantauan warga asing di Tuban

MASIH LEMAH : Rapat koordinasi pemantauan warga asing di Gedung Korpri Tuban

Jumlah warga asing yang berdomisili dan bekerja di Kabupaten Tuban sebanyak 200 orang. Mereka memiliki keperluan beragam. Mulai bekerja, sebagai tenaga ahli, sekolah lanjutan, wisata hingga pemilik usaha.

Seluruh imigran tersebut sampai saai ini sudah masuk dalam data warga imigran di Kesbangpol Linmas. Namun berbeda dilapangan, ternyata lebih dari 200 orang warga asing berada di Kabupaten Tuban. Lemahnya pendataan ini karena belum ada laporan resmi dari instansi terkait diantaranya kantor keimigrasian.

Kepala Kesbangpol Linmas Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya serius melakukan pengawasan ini. Karena keberadaan warga asing, rawan terlibat masalah dengan warga pribumi. Kondisi ini sangat berpotensi terjadi kasus diantaranya soal kriminalitas.

Lebih lanjut, Teguh menyampaikan untuk menindaklanjuti pengawasan warga asing, sudah terbentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) terdiri dari Kepolisian dan Keimigrasian. “setiap bulanya kami ada laporan update orang asing dari keimigrasian. Jadi bisa sama datanya anatara kita dengan lapangan. Makanya kita koordinasikan,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wastakim), Kantor Keimigrasian Kelas 1, Tanjung Perak Surabaya, Eko Edi Putranto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa data orang asing selalu berubah-ubah. Banyaknya yang datang pergi setiap bulannya.

Dengan adanya Timpor ini diharapkan akan lebih memperketat pengawasan terhadap warga asing. Disoal jumlah atau keberadaan warga asing yang menjadi tenaga kerja illegal, dia enggan berkomentar. Namun jika ditemukan akan langsung menghubungi Polisi. “Sesuai Permendagri No. 50 tahun 2010 pasal 7 tentang pemantauan terhadap keberadaan kegiatan TKA. Jangan sampai imigran menjadi pelaku kejahatan atau korban, ” ungkapnya. (han)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author