Published On: Rab, Agu 31st, 2016

Tiket Wisata Bektiharjo Bocor Sejak 2008

TUBAN

seputartuban.com – Usai ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis (28/8/2016), 7 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban, yang bekerja di Wisata Bektiharjo resmi ditahan, Selasa (30/8/2016) pagi.

BABAK BARU : Salah satu adegan dalam rekontruksi kasus OTT wisata Bektiharjo

BABAK BARU : Salah satu adegan dalam rekontruksi kasus OTT wisata Bektiharjo

Hasil penyidikan cukup bukti melanjutkan kasusnya terdapat dugaan perbuatan korupsi. Yakni dengan manipulasi data pengunjung melalui penjualan tiket yang tidak sesuai kondisi sebenarnya. Dalam hasil penyidikan dan rekontruksi Senin (29/8/2016) terungkap sejumlah fakta. Yakni tiap hari mereka memperoleh hasil Rp. 500.000 sampai Rp. 700.000 hasil manipulasi. Mereka diduga kuat melakukan tindakan tersebut sejak tahun 2008.

“Tafsir kerugian negara akibat penyalah gunaan wewenang dilokasi wisata bektiharjo selama 8 Tahun itu sekitar Rp. 288 juta,” ungkap Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati. Selasa (30/8/2016) siang.

Fakta itu terungkap dalam reka ulang yang dilakukan penyidik. Saat reka ulang itu raut wajah tegang seluruh tersangka nampak saat melakukan 30 adegan. Mulai dari penyobekan tiket masuk oleh petugas loket, memberikannya pada pengunjung, hingga petugas yang seharusnya menyobek tiket namun tidak dilakukan dan memberikan tiket kembali kepada petugas loket untuk dijual lagi. Hingga proses pembagian hasil setiap sorenya.

Rekonstruksi tersebut diperankan oleh (TW) 52, warga Desa Tegalagung, (TN) 50, warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Tersangka penjaga loket yang memberikan tiket kepada pengunjung.

 (AH) 40 warga Kelurahan Karang, (DP) 40, warga Kelurahan Karang, (D) 45, warga Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding dan (IM) 52, warga Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Keempat petugas itu berperan sebagai petugas penjaga pintu atau penjaga portir. Serta (T) 52, warga Desa Penambangan, Kecamatan Semanding yang bertugas sebagai koordinator lapangan.

“Barang bukti yang sudah kami miliki diantaranya 2 bendel karcis dewasa, 2 bendel karcis anak-anak. 108 sisa lembar sisa tiket anak-anak, 273 lembar sisa karcis dewasa, dan uang tunai sebesar Rp 2.930.500,-,” lanjutnya.

Sedangkan saat dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Minggu, (21/8/2016) sore. PNS Disperpar itu memperoleh uang tunai sebesar Rp 2.930.500. Sedangkan hasil manipulasi berdasarkan tiket yang disobek penjaga tiket dan uangnya harus disetor ke Pemkab Tuban sebesar Rp 2.267.100. Terdapat selilih sebesar Rp 663.400 yang belum sempat dibagi.

Ke tujuh tersangka tersebut saat ini masih menjalani penyidikan yang juga melibatkan Inspektorat Pemkab Tuban. Dijerat dengan pelanggaran hukum korupsi dan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

“Tersangka akan dikenakan Pasal 3, Pasal 8 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” pungkas elis. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author