Published On: Rab, Apr 6th, 2016

Tiga Napi Peserta UN Terancam Tidak Lulus

TUBAN

SERIUS : Tiga siswa Madrasah Aliyah saat mengikuti UN di Lapas Tuban

SERIUS : Tiga siswa Madrasah Aliyah saat mengikuti UN di Lapas Tuban

seputartuban.com – Sebanyak tiga siswa asal Madrasah Aliyah di Kecamatan Singgahan yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuban terancam tidak lulus. Mereka sedang menjadi terpidana kasus pembunuhan teman sesama santri beberapa waktu lalu.

Ketiga siswa tersebut adalah AMS (18) asal Kabupaten Rembang, NMA (17) asal Kabupaten Bojonegoro, serta F (18) asal Kabupaten lampung. Mereka telah diganjar 1 tahun penjara atas kasus penganiayaan berujung meninggalnya korban, (29/11/2015) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban, Sutrisno mengatakan bahwa mereka terancam tidak lulus karena terbukti berperilaku tidak baik dan melawan hukum. Dibuktikan seluruh siswa yang bersangkutan saat ini tengah menjalani putusan hakim menjadi terpidana.

Hal itu disebabkan indikator kelulusan salah satu diantaranya karena mempertimbangkan perilaku siswa. Sedangkan ketiganya tengah menjalani hukuman kasus pembunuhan, dan sudah ditetapkan secara hukum. “Indikator kelulusan siswa saat ini tidak serta merta berdasarkan hasil nilai Ujian Nasionalnya saja. Dari faktor akhlak siswa selama mengikuti jalanya proses pendidikan,” katanya. Selasa (5/4/2016) siang.

Beberapa faktor penentu kelulusan yang disebutkan, diantaranya diukur dari tingkat kehadiran siswa dalam mengikuti pelaksanaan belajar mengajar. Nilai hasil ujian tingkat semester, prilaku atau akhlak siswa selama berada dilingkungan pendidikan dan tidak pernah terlibat tindakan kriminalitas.

Menurutnya Sutrisno ketiganya terbukti bersalah. Namun pihak Disdikpora Pemkab Tuban tidak berhak memberikan putusan ketidak lulusan. Karena seluruh wewenang pemberian kelulusan siswa merupakan hak masing-masing tempat pendidikan bersangkutan.

“Seluruh wewenangnya berada dimasing-masing tempat pendidikan. Karena mereka yang mengetahui tentang sikap dan sifat peserta didiknya selama mengikuti proses pendidikan.” jelasnya.

Terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementrian Agama Kab. Tuban, Muhlisin Mufa menjeaskan sebelum UN, ketiganya tetap mendapatkan pembelajaran dan langsung ditangani Disdikpora. Karena salah satu faktornya lokasi sekolah sibuk mempersiapkan UN dan jaraknya jauh dari Lapas.

“Seluruhnya ditangani langsung oleh Dinas Pendidikan, mulai dari pembinaan mental agar psikologi siswa tidak terganggu hingga pemberian rangkuman materi pelajaran untuk bekal belajar mereka menjelang ujian. Sedangkan untuk kelulusan dikembalikan lagi ke sekolah bersangkutan,” katanya.

Muhlisin menyampaikan serupa, bahwa kelulusan siswa salah satu faktor penilaianya adalah perilaku siswa. “Yang berhak memberikan keputusan lulus tidaknya ya masing-masing tempat pendidikan bersangkutan. Dengan mengedepankan indikator-indikator yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

Sebelumnya, para siswa itu terlibat kasus pembunuhan terhadap korban TP (15), asal Desa Kanten Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, Minggu, (29/11/2015) pukul 22.30 WIB. Korban dianiaya oleh beberapa temanya karena korban telah dituduh mencuri. Kemudian korban ditemukan sudah tidak bernyawa halaman belakang Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kecamatan Singgahan.

Bahkan Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan menyampaikan penghargaan kepada anggotanya yang mengungkap kasus ini karena dapat menemukan pelaku pembunuhan dengan hitungan jam. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author