Published On: Sen, Jul 7th, 2014

Tiga Nama Didepak Kisruh PKH Soko Clear

TUBAN

ABDUL LATIEF: Memang beberapa minggu lalu teman-teman PKH lainnya sempat ada yang protes terkait perekrutan. Namun guna tidak berlarut-larut akhirnya mereka yang sebelumnya terpilih langsung diganti.

ABDUL LATIEF: Memang beberapa minggu lalu teman-teman PKH lainnya sempat ada yang protes terkait perekrutan. Namun guna tidak berlarut-larut akhirnya mereka yang sebelumnya terpilih langsung diganti.

seputartuban.com- Happy ending (akhir yang bahagia) menjadi babak pamungkas dan menudahi gejolak rekrutmen pendamping program keluarga karapan (PKH) di Kecamatan Soko beberapa waktu lalu.

Akar masalah dampak kurangnya transparansi dalam melakukan seleksi oleh pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Tuban, yang menjadikan polemik di tubuh PKH itu sendiri akhirnya berhasil diurai.

Ini setelah nama-nama yang dianggap produk tidak transparan tersebut kemudian di-delete
dan diganti.

Kepala Bidang Bantuan, Pemberdayaan dan Organisasi Sosial Dinsosnakertrans, Abdul Latief, mengakui sebelumnya nama-nama yang terpilih penjadi pendamping PKH di Kecamatan Soko  diduga ada kesalahan data pada perekrutan.

Saat ini, tandas dia, ketiga nama itu sudah diganti. Adapun nama–nama yang terpilih sebelumnya serta penggantinya yaitu Nurul Khomariyah diganti dengan Hidayatul Ma’rifah, Dwi Triantoro diganti M Imam serta M Aminuddin diganti dengan Dwi Nurmawati.

Disebutkan, ketiga nama pengganti tersebut hingga hari ini sudah diberikan pelatihan oleh pihak dinas terkait. Diharapkan dengan pelatihan itu mereka bisa menyesuaikan diri dengan apa yang menjadi tujuan PKH.

“Memang beberapa minggu lalu teman-teman PKH lainnya sempat ada yang protes terkait perekrutan. Namun guna tidak berlarut-larut akhirnya mereka yang sebelumnya terpilih langsung diganti,” papar Latief kepada seputartuban.com, Senin (07/07/14).

Dia mengatakan, awal mula permasalahan ini disebabkan ketiga nama peserta yang sebelumnya terpilih ditenggarai tidak masuk seleksi wawancara dan diskusi.

“Namun pada akhirnya ketiga nama yang tidak lolos setiap tes tersebut kok akhirnya diterima menjadi PKH,” terang dia.

Lebih lanjut dikatakan, PKH yang dimulai tahun 2007 ini merupakan program bergulir yang pada saat itu hanya 11 Kecamatan di Tuban yang mendapatkan program tersebut. Kemudian pada tahun 2010 ditambah tiga kecamatan, yang kemudian pada tahun 2014 ini ditambah lagi enam kecamatan.

“Kalau perekrutan yang terakhir itu ditempatkan di Kecamatan Soko, Kerek, Senori, Plumpang, Bancar dan Kecamatan Semanding,” jelas Latief. AMIN

Facebook Comments

About the Author