Published On: Ming, Sep 11th, 2016

Tiga Kades Tolak Penandatangan Kontrak Sewa Lahan Pipa Tanam EMCL

PALANG

seputartuban.com – Tiga Kepala Desa (kades) di Kecamatan Palang menolak perpanjangan kontrak pipa tanam PT Exxon Mobile Cepu Limitted (EMCL), karena merasa dirugikan. Ketiga kades tersebut yakni Kades Leran Kulon, Parlin, Kades Pucangan, Muhammad Syafi’i serta Kades Glodog, Sujianto.

Aksi Protes Pipanisasi MCL Palang

Sejak awal pipanisasi menyebabkan warga bergejolak. Foto saat warga Kec. Palang menggelar unjuk rasa awal pipanisasi

Kades Pucangan, Muhammad Syafi’i, menyampaikan, semua Kepala desa di wilayah Kecamatan Palang yang tanahnya digunakan EMCL tersebut menolak perpanjangan kontrak karena dinilai memberatkan desa. Masa perpanjang sewa untuk pipa tanam tersebut dirasa terlalu singkat sehingga membuat kades harus merubah RPJMDES, APBDES dan peraturan desa lainnya yang sudah ada.

“Kami belum menandatangani perpanjangan kontrak tersebut karena memberatkan desa. Kami ingin masa perpanjangan sewa untuk pipa tanam kembali ke semula yakni 3 tahun,” ujarnya, Rabu (7/8/2016).

Keberatan lainnya yakni luas lahan Tanah Kas Desa (TKD) yang disewakan untuk masa selanjutnya lebih sempit dari sebelumnya. Desa Pucangan berkurang sekitar 3.500 Meter persegi dari luas sebelumnya 12.000 Meter persegi. Desa Leran Kulon berkurang sekitar 1.000 Meter persegi dari luas sebelumnya 8.500 Meter persegi. Serta Desa Glodog tinggal sekitar 900 Meter persegi dari luas sebelumnya 1.000 Meter persegi.

Government Relation Supervisor EMCL, Rexy Mawardijaya, menyampaikan sesuai dengan Undang undang No 2 Tahun 2012 tentang pengadaan lahan untuk kepentingan umum didalamnya dijelaskan bahwa TKD yang dipergunakan untuk kepentingan umum bisa tukar guling dan pelepasan hak kepemilikan sewaktu waktu. “Sehingga jika masa kontrak dibuat lama, ditakutkan hangus sebelum masa kontrak selesai karena perubahan kepemilikan tanah,” tegasnya.

Terkait berkurangnya luas lahan yang disewa EMCL, dia menyampaikan bahwa sebelumnya memang membutuhkan lahan dengan lebar 32 meter lebih untuk ruang konstruksi atau pembangunan dan ruang pipa. Sedangkan untuk kedepannya, EMCL hanya perlu menyewa dengan lebar 10 meter untuk ruang pipa.

“Hingga tahun 2014 kita masih proses konstruksi maka butuh lahan dengan lebar 32 meter, termasuk untuk ditempati alat-alat berat. Dan hingga tahun 2016 untuk reklamasi. Jadi untuk kontrak selanjutnya hanya perlu untuk ruang pipa saja,” jelas Rexi. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author