Published On: Rab, Okt 5th, 2016

Tidak Memiliki Papan Duga, BPBD Tuban Pakai Data Wilayah Lain

TUBAN

seputartuban.com – Belum memiliki papan duga untuk mengukur ketinggian air Bengawan Solo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban memakai data wilayah lain untuk memperkirakan ketinggian air. Sehingga penetapan status bencana banjir bengawan solo atas perkiraan data dari kabupaten lain.

NYARIS AMBROL : Jembatan penghubung Desa Simo menuju Desa Menilo Kecamatan Soko mengalami salah satu sisi jalanya amblas diterjang banjing

NYARIS AMBROL : Jembatan penghubung Desa Simo menuju Desa Menilo Kecamatan Soko, salah satu sisi jalanya amblas diterjang banjing

Plt. Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono menyebutkan bahwa untuk memprediksinya ia menggunakan data dari masing-masing petugas UPT PSSDA wilayah hilir. “Selama ini untuk data yang kami gunakan berdasarkan tinggi muka air di papan duga wilayah bojonegoro dan babat,” terangnya saat ditemui  usai melakukan kunjungan di Kecamatan Soko

Menurut dia, sejauh ini pihaknya hanya dapat memperkirakan ketinggian air itu dengan menggunakan penghitungan berdasarkan pada jarak tinggi muka air (TMA) dengan daratan terdekat lokasi daerah aliran sungai (DAS). Dari papan duga Bengawan Solo yang terletak disebelah utara pasar kota Kabupaten Bojonegoro. Ketika TMA masih berada di bawah 13 perischal di papan duga, berarti tinggi muka air untuk wilayah Kabupaten Tuban masuk taraf waspada.

Namun jika telah sampai pada angka 13 perischal berarti tinggi muka air memasuki siaga satu banjir, hingga status tersebut akan meningkat menjadi siaga  II. Setelah menyentuh angka 14 perischal dan siaga III di angka 15 perischal. “Tahun depan kami sudah menganggarkan untuk dilakukan pemasangan papan duga dengan pemasanganya akan diletakkan diwilayah Kecamatan Soko, tepatnya Desa Simo,” imbuh Joko.

Wilayah desa tersebut akan dilakukan pemasangan papan duga karena daerah itu merupakan kawasan yang paling rendah dan pertama kali terdampak banjir. Sedangkan akibat luapan sungai Bengawan Solo sejak Jumat, (30/9/2016) dinihari hingga berangsur-angsur surut pada Sabtu (1/10/2016) telah menyebabkan jembatan penghubung desa terkena abrasi.

Jembatan penghubung Desa Simo menuju Desa Menilo Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban tersebut longsor 75 cm. Pada sisi selatan jembatan dan 4 meter pada sisi sebelah kiri hingga jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda 2 secara bergantian.

Diketahui, selain menyebabkan rusaknya jembatan penghubung desa tersebut. Luapan sungai bengawan solo telah merendam hektaran sawah diwilayah Desa Simo dan Desa Glagahsari Kecamatan Soko, Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, dan Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author