Published On: Sel, Jun 14th, 2016

Tiap Hari 18 Pengguna Jalan Meninggal Dunia Akibat Laka Lantas

TUBAN

seputartuban.com –108 nyawa mati sia-sia di jalan raya Tuban, jumlah merupakan meninggal dunia dari 708 kejadian kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas). Terhitung mulai Jumat (1/1/2016) hingga Minggu, (12/6/2016). Selain itu juga menyebabkan korban luka berat sebanyak 13 korban dan 987 korban luka ringan. Jika dibuat rata-rata selama 6 bulan, maka tiap bulanya 18 pengguna jalan meninggal dunia.

BLACK SPOT : Kanit Laka Satlantas Polres Tuban, IPTU Nungky Sambodo saat menunjukkan peta rawan Laka Lantas

BLACK SPOT : Kanit Laka Satlantas Polres Tuban, IPTU Nungky Sambodo saat menunjukkan peta rawan Laka Lantas

Data di Mapolres Tuban menyebutkan kejadian Laka Lantas tersebut terjadi dijalur nasional sebanyak 218 kejadian. Jalan Kabupaten sebanyak 160 kejadian. Jalan desa sebanyak 145 kejadian, jalan wilayaha kota sebanyak 97 kejadian dan jalan provinsi sebanyak 88 kejadian.

Dengan kejadian kecelakaan sebanyak 227  yang terjadi antara pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Disusul sebanyak 252 kejadian kecelakaan yang terjadi antara pukul 12.00 WIB hingga Pukul 18.00 WIB. Serta 143 kejadian kecelakaan yang terjadi antara Pukul 18.00 WIB hingga Pukul 24.00 WIB, dan 86 kejadian kecelakaan yang terjadi antara pukul 01.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

“Saat ini titik black spot-nya berada di jalan Tuban-Bancar Km 14-15 Desa Sumurgeneng. KM 29-30 Desa Tambakboyo, KM 20-21 Desa Purworejo, dan jalur Tuban-Widang KM 8-9 wilayah Desa Tunah,” terang Kanit Laka Satlantas Polres Tuban, IPTU Nungky Sambodo, Senin (13/6/2016) Siang.

Berpindah pindahnya kawaan rawan kecelakaan itu dihitung berdasarkan kualitas fatalnya kecelakaan. Dengan nilai perhitungan evaluasi jika korban mengalami meninggal dunia pada lokasi kejadian bernilai 10, luka berat bernilai 5, dan luka ringan bernilai 1 dan dikalikan jumlah kejadian kecelakaan.  Dengan penilaian itu kemudian dirangking dan akan diketahui hasilnya, yakni kawasan black spot.

Sedangkan jenis kecelakaan, 214 kejadian laka lantas mengalami kecelakaan jenis depan samping, 115 kejadian kecelakaan tunggal, 100 kejadian kecelakaan jenis depan belakan. 99 kejadian kecelakaan depan-depan, 71 kejadian kecelakaan tabrak lari, dan 50 kejadian samping-samping.

Sebagian besar, laka lantas tersebut terjadi akibat pengemudi lengah dengan jumlahnya mencapai 253 kejadian,  sedangkan 33 kejadian sisanya disebabkan pengemudi yang mengantuk saat mengemudikan kendaraan. Serta 7 kejadian yang disebabkan pengemudi tetap memaksakan mengendarai kendaraanya meski kondisi badan tengah sakit.

Upaya yang dilakukanya untuk menurunkan angka laka lantas tersebut diantaranya “Kami sudah memberikan sosialisasi pada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan kendaraan patoli. Serta memberikan sosialisasi terhadap para pelajar,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author