Published On: Jum, Des 11th, 2015

Tiap Bulan 7 Anak Tuban Jadi Korban Kekerasan

TUBAN

Direktur KPR Tuban, Nunuk Fauziyah

Direktur KPR Tuban, Nunuk Fauziyah

seputartuban.com – Selama 2015 kejadian kekerasan terhadap anak mengalami kenaikan dibanding 2015. Menurut catatan Koalisi Perempuan Ronggolae (KPR), rata-rata 7 anak dalam sebulan menjadi korban kekerasan atau seksual.

Direktur Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR), Nunuk Fauziyah mengatakan selama Januari hingga awal Desember 2015 sudah terjadi 87 kasus kekerasan terhadap anak. Jumlah ini naik dibanding kejadian selama 2014 sebanyak 53 kasus. Sedangkan tahun 2013 sebanyak 61 kasus.

“Tingkat kekerasan terhadap anak di Tuban cukup tinggi, termasuk kekerasan seksual, Tuban berada pada situasi darurat untuk penyelamatan anak dari kasus kekerasan,” terang Nunuk, Kamis (10/12/2015) siang.

Kondisi ini disebabkan karena rendahnya pemahaman masyarakat. Mereka masih banyak beranggapan melakukan kekerasan terhadap anak dengan alasan tertentu masih dibenarkan. Sedangkan pelanggaran seksual terhadap anak, masih dianggap pelanggaran susila saja.

“Seharusnya kekerasan seksual pada anak sudah masuk kategori ‘kejahatan kemanusiaan’ yang harus dicegah dan tidak ada toleransi sedikit pun,” katanya.

Banyaknya kejadian kekerasan atau pelanggaran seksual dengan korban anak-anak membuat Nunuk cemas. Karena pelakuknya tidak orang jauh dari korban. Bahkan banyak diantaranya seorang guru. Atau mereka merupakan orang dekat korban.

Bahkan sekolah sering menjadi tempat kekerasan terhadap anak. Seharusnya sekolah memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan siswanya. Sesuai norma dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sudah cukup berwawasan HAM. Termasuk melibatkan anak-anak dalam kampanye politik juga masuk kategori pelanggaran hak asasi anak.

Nunuk berharap, semua pihak terutama Pemkab lebih serius memperhatikan masalah ini. Pemkab Tuban dinilai belum menunjukkan sikap nyata untuk melindungi anak-anak dari tindak kekerasan dan pelanggaran haknya.

Padahal Tuban sudah memiliki Perda tentang perlindungan perempuan dan anak. “Perdanya bagus tapi realisasinya nol. Kami berharap Pemkab segera sadar bahwa anak adalah aset paling penting yang wajib dilindungi maksimal,” pungkasnya.

Kejadian kekerasan tidak hanya menjadi pelaku, bahkan beberapa tahun silam anak menjadi pelaku pembunuhan atas kekasihnya yang sedang hamil. Sedangkan aksus pelecehan seksual sudah berulangkali dibongkar aparat Polres Tuban atas laporan masyarakat. Mulai korban yang masih usia anak-anak dicabuli hingga anak perempuan digilir pria dewasa. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author