Published On: Sen, Apr 7th, 2014

Tiap Bulan 3 Kasus Pencabulan Terjadi di Tuban

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Selama Januari sampai April 2014, terdapat 12 kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang ditangani penyidik Polres Tuban. Sebagian besar korbanya adalah kalangan pelajar.

ilustrasi/semuaunik.com

ilustrasi/semuaunik.com

Kasat Reskrim Polres Tuban, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Wahyu Hidayat, saat dikonfirmasi di kantornya, Minggu (6/4/2014), mengatakan bahwa 12 kasus sudah masuk dalam daftar pemeriksaan. Sebanyak 9 kasus sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tuban. Sedangkan 3 kasus lainnya masih dilakukan pendalaman. “Ada 12 kasus pencabulan selama 3 bulan,” ungkap Wahyu.

Sebagian besar korbanya masih sekolah. Para tersangka mendekati korban beragam cara, salah satunya menggunakan jejaring sosial didunia maya. Banyaknya pencabulan atau persetubuhan terjadi karena korban selalu luluh dengan rayuan. Bahwa jika hamil akan dinikahi. “Modusnya diancam juga ada, ada juga yang dikenal lewat FB (facebook) terus pacaran,” katanya.

Dihimbau kepada para pelajar agar tidak terjerumus dengan pergaulan bebas yang mengarah pada tindak pidana. “Kalau secara umum, banyaknya pencabulan bermula dari ketidak tahuan korban. Ada yang dipaksa, itu sudah moral pelaku, tidak mungkin kita cegah. Kalau sudah diperiksa akan diberitahui ancamannya minimalnya 3 tahun dan maksimal 15 tahun, itu bisa menjadi efek jera,” imbuhnya.

Menanggapi kondisi ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Tuban, Sutrisno saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa tindakan pidana sudah menjadi ranah kepolisian. Dalam hal ini, pihaknya sebagai pendidik di sekolah hanya mampu mengawasi saat sekolah saja. Adapun untuk diluar itu, menjadi tanggung jawab orang tua. “Orang tua harus berperan, tidak semata-mata semua tugas kami, ” tegas Sutrisno.

Untuk siswa didiknya yang menjadi korban kasus tersebut, dirinya berharap harus tetap meneruskan bersekolah. Selain itu, memberikan saran dan peringatan bagai anak didik yang lain agar tidak terjerumus pada hal yang mengarah tindak pidana. “Baik laki-laki atau perempuan, semua saja jauhi yang namanya hal itu (pencabulan dan persetubuhan). Pelajar tugasnya belajar dan sukses ujiannya (UN), “. tegasnya. (han)

Facebook Comments

About the Author