Published On: Sab, Jun 28th, 2014

Tertibkan PKL Sekedar Untuk Raih Adipura Kencana

Share This
Tags

TUBAN

TETAP JUALAN : PKL dikawasan jalan Pantura Tuban, mereka tetap berjualan untuk menjaga ekonomi keluarganya.

TETAP JUALAN : PKL dikawasan jalan Pantura Tuban, mereka tetap berjualan untuk menjaga ekonomi keluarganya.

seputartuban.com – Pasca penerimaan penghargaan Adipura Kencana 2014 untuk kategori kota kecil, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) bagaikan jamur yang baru tumbuh setelah hujan. Jika saat penilaian Adipura mereka menghilang atau “disembunyikan” karena ditertibkan, kini mereka kembali menjamur disejumlah ruas kota untuk mengais rejeki.

Diantaranya dikawasan Jalan RE Martadinata, Jalan Sunan Kalijaga, Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo kini kembali ditempati PKL. Jika sebelumnya hingga harus bersitegang, kini mereka dapat dengan nyaman untuk menjajakan daganganya.

fakta yang tidak terbantahkan, sesaat para PKL ini bersih dari jalanan agar penghargaan Adipura Kencana dapat digenggaman Pemkab Tuban. Setelah itu, persoalan ekonomi menjadi pendorong utama, aktivitas PKL kembali hingar bingar. Para pedagang ini adalah masyarakat Tuban yang juga harus mendapat kesejahteraan.

Menurut salah satunya Eks PKL yang berjualan di depan RSUD Tuban, Jumiatun (45), warga Kecamatan Tuban, sudah hampir 5 tahun dia berjualann makanan, minuman ringan dan gorengan. Karena menjelang penilaian Adipura Kencana lalu, dia mengalihkan tempat jualanya di area lapangan tenis sisi selatan RSUD Dr R Koesma Tuban.

Kondisi ini jelas sangat merugikanya, karena aktivitas masyarakat disisi utara jalan. Sedangkan jualanya disisi selatan jalan. Pembeli enggan menyeberang jalan untuk membeli daganganya. Ditambah lokasi jualan dibalik pagar, jelas tidak banyak diketahui para konsumen. “Katanya ada penilaian dari Jakarta. Terus saya digusur, saya terpaksa jualan di sini. Kalau sehari biasanya Rp 100 ribu, sekarang tinggal Rp 40 – Rp 60 ribu,“ kata ibu 3 anak itu, Jumat (27/6/2014).

Senada disampaikan Rohmad (44), warga Kecamatan Jenu, PKL yang berjualan disekitar  jalan RE Martadinatha. Bapak 2 anak itu harus ganti tempat jualan. Kondisi ini membuat dirinya tidak memeliki pelanggan tetap baksonya.

Dia berharap, Pemkab menyediakan lokasi jualan yang memiliki fasilitas yang baik dan strategis. Selama masih belum ada relokasi yang baik dan ratusan kali dirazia, dia akan tetap berjualan di trotoar. “Solusi itu kan memberikan jalan yang baik. Kalau ditangkap dan tidak boleh jualan, mau makan apa Keluarga. Kalau bisa ada tempat yang layak dan ramai,“ harapnya.

Sementara itu, Kasi Penindakan Satpol PP Pemkab Tuban, Daryuti, pihaknya tidak mau disalahkan sepenuhnya terkait PKL ini. Karena seluruh hal PKL tidak seluruhnya menjadi tanggung jawabnya. Solusi pembinaan PKL terdapat didinas lainya.

Daryuti juga menolak dianggap tebang pilih, karena masiha ada PKL yang berjualan di trotoar. “Tidak ada yang luput dari kita. Pertama memang kita ingatkan, kita tegur dan kalau tetap terpaksa kita data dan dibawa ke kantor. Kalau ada yang berjualan itu bukan pilih-pilih, mungkin pedagangnya yang mengelabuhi petugas,“ ungkapnya. HANAFI

Facebook Comments

About the Author