Published On: Kam, Mei 1st, 2014

Tersangka Korupsi Kas Desa Patihan Dilimpahkan

Share This
Tags

TUBAN

Dilimpahkan : Kedua tersangka (kiri) saat di Mapolres Tuban

Dilimpahkan : Kedua tersangka (kiri) saat di Mapolres Tuban

seputartuban.com – Mantan Kepala Desa Patihan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Mulyono (58) dan Sekdes, M. Ainul Yakin (44), menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana kas desa. Perkara ini sudah dilimpahkan dari Penyidik Polri ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tuban.

Kasus mencuat sejak awal Oktober 2013. Warga mulai berpolemik saat Sekdes itu menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) keuangan desa pada Agustus 2013.

Sisa dana kas desa Rp. 8.846.100, warga menganggap penggunaan tidak dilaporkan secara terinci. Hal ini membuat masyarakat menduga adanya ketidak beresan dalam pengelolaan kas desa. Sehingga warga melaporkannya ke Polisi.

Kasaatreskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat menjelaskan, Rabu (30/4/2014) bahwa usai dilaporkan kasus terus didalami. Terdapat beberapa kejanggalan dalam LPJ yang diberikan oleh Sekdes itu. Yakni mulai dari hasil rekapitulasi uang sewa HIPAM yang tidak sesuai. Sampai penggunaan dana kas desa yang dianggap ada unsur korupsi.

Hasil pemeriksaan, Mulyono dan Ainur Yakin ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana kas desa sebesar Rp. 372 juta. Barang bukti yang disita sebanyak 105 buah. Sebagian diantaranya berkas buku kas desa dengan tanda tangan Sekdes M.Ainul Yakin. Uang tunai sebesar Rp. 8 juta yang disita pada awal penyidikan, uang tunai sebesar Rp.  74 juta yang disita beberapa minggu setelah pemeriksaan terduga pelaku.

Bukti lainya adalah 1 bendel tanda terima dari LPMD, 1 buah buku LPJ dari HIPPA di musim penghujan. Beberapa lembar kwitansi dai bendahara HIPPA bernama Hartono. Beberapa LPJ usai pergantian musim dan buku sewa lahan. “Barang bukti yang kami sita banyak, ada sekitar 105 berkas. Total dana yang diselewengkan itu ada Rp. 372 juta,” kata Wahyu.

Kini berkas kasus ini sudah lengkap dan dilimpahkan ke JPU. Sedangkan untuk ke 2 tersangka tidak ditahan. Mulai Rabu (30/4/2014) kedua tersangka dan berkas bersama barang bukti resmi diserahkan ke Kejari Tuban.

Tersangka dijerat pasal 2, 3 subsider pasal 8 UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. ” Ke 2 pelaku dan barang bukti kita limpahkan. Bukan molor tapi memang setelah kita kirim berkas ada yang kurang dan kita kembali lengkapi lagi, ” ungkapnya. HANAFI

Facebook Comments

About the Author