Published On: Sen, Sep 24th, 2018

Terkait Polemik Caleg Mantan Napi, Ini Penjalasan KPU Tuban

seputartuban.com.TUBAN – Komisi Pemilihan uUmum  (KPU) Kabupaten Tuban,telah resmi mengumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota legislatif DPRD Tuban ditetapkan pada 20 September 2018. Kemudian juga mengumumkan DCT yang mantan Narapidana (Napi). Kemudian belakangan menjadi polemik di masyarakat melalui sejumlah jejaring sosial.

Ada yang beranggapan terdapat DCT mantan Napi belum dicatat, maupun munculnya spekulasi bahwa surat nomor 545/PL.01.4-PENG/3523/KPU.Kab/IX/2018 tersebut masih perlu ditelusuri lagi keabsahan datanya.

Bahwa terdapat 6 DCT mantan Napi disebutkan dalam surat. Yakni Arifudin nomor urut 2 Daerah Pemilihan (Dapil) 1 berasal dari Partai Perindo, Yasmiatun nomor urut 3 Dapil 3 dari PDI Perjuangan. Ir Anno Setyono Nusralim nomor urut 4 Dapil 1 dari Partai Nasdem. Syamsul Hadi nomor urut 1 Dapil 3 dari partai Nasdem. Suharta nomor urut caleg 4 Dapil 1 asal Partai Hanura. Terakhir Warsiono nomor urut 7 Dapil 3 dari Partai Hanura.

Divisi Teknis KPU Kabupaten Tuban, Salamun menyampaikan pengumuman yang dilakukan berdasarkan pasal 38 peraturan KPU Nomor 20 tahun 2018 rentang pencalonan anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten atau Kota. Mengumumkan daftar Caleg mantan Napi. ” Dari KPU sudah mengumumkan secara resmi dan juga sudah sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dasar pengumuman adalah lampiran putusan Pengadilan dan surat dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sehingga penetapan itu jelas berdasar hukum. Bagi Caleg yang mendapakan putusan bebas, meski pernah ditahan tidak masuk dalam kategori ini. Selain itu yang bersangkutan sudah mengumumkan dirinya mantan Napi di sebuah koran terbit secara harian di Tuban.

Sedangkan berkas seluruh Caleg tersebut sudah memenuhi persyaratan. “Kasus mereka juga tidak termasuk yang tidak diperbolehkan oleh Peraturan KPU. Kasus yang tidak diperbolehkan seperti bandar Narkoba, pencabulan dan mantan korupsi. Kasus mereka seperti penggelapan, kerusuhan,” ungkapnya.

Terpisah, Andi Hartanto selaku  Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDI Perjuangan) Tuban menegaskan yang dilakukan KPU Tuban sudah sesuai ketentuan. Soal  kader partainya ada yang mantan Napi, dia menegaskan bahwa manusia tidak menutup kemungkinan selalu menjadi lebih baik. Setiap manusia tidak ada yang sempurna,dan semoga saja kedepannya agar lebih baik lagi, harapnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author