Published On: Sel, Des 1st, 2015

Terang-terangan Warga Gaji Tolak PT Semen Indonesia

KEREK

KONTRA DIKSI : Spanduk penolakan warga dipasang bersebelahan dengan umbul-umbul PT Semen Indonesia di salah satu kantor di Desa Gaji

KONTRA DIKSI : Spanduk penolakan warga dipasang bersebelahan dengan umbul-umbul PT Semen Indonesia di salah satu kantor di Desa Gaji

seputartuban.com – Warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, secara terang-terangan menolak PT Semen Indonesia (persero) Tbk. Hal ini wujud kekesalan atas kasus tanah sudah belasan tahun lalu tidak ada solusi hingga kini.

Pemilik lahan yang tidak pernah menjual tanahnya namun sudah masuk dalam peta bidang perusahaan BUMN itu memasang spanduk penolakan. Forum Masyarakat Gaji (FMG) yang didalamnya warga korban manipulasi jual beli menolak segala bentuk aktivitas Semen Indonesia.

Close Up spanduk penolakan warga

Close Up spanduk penolakan warga

Koordinator FMG, Abu Nasir mengatakan warga merasa dibodohi. Karena kesepakatan antara warga dan perusahaan beberapa waktu lalu diingkari. Hingga saat ini tidak ada tindaklanjutnya, seakan dibiarkan mengambang. “Pemasangan banner ini sebagai bentuk protes warga terhadap perusahaan yang tidak serius,” kata Abu Nasir, Senin (30/11/2015).

Warga akan tetap serius memperjuangkan haknya, spanduk penolakan PT SI akan diperbanyak di kawasan Kecamatan Kerek. Bahkan warga akan patungan biaya untuk memperbanyak di sejumlah kawasan Tuban. “Kita sudah memesan lagi dan akan kita tebarkan keseluruh jalan di Kerek, bila perlu keseluruh wilayah Tuban,” tegas Abu.

Selain itu, warga memastikan akan mengembalikan atau mengusir semua aktivitas perusahaan di Desa Gaji. Sebelum ada penyelesaian tanah. Karena kasus ini sangat berhubungan dengan nasib warga serta sejarah leluhur. Karena puluhan hektar tanah milik warga dari para leluhurnya, tidak dapat dikuasai secara penuh. “Kita akan usir semua aktivitas yang dilakukan di desa kita, apapun bentuknya,” janjinya.

TEGAS : Spanduk kekesalan warga dipasang melintang jalan desa

TEGAS : Spanduk kekesalan warga dipasang melintang jalan desa

Kabag Humas dan CSR PT. Semen Indonesia (persero) Tbk., Wahyu Darmawan menjelaskan tim yang telah dibentuk sedang menunggu persetujuan dari pihak manajemen. Sebelum ada persetujuan dari manajemen maka tim tidak bisa bertindak dan mengambil keputusan. “Kita masih menunggu pengesahan tim dari manajemen dan akan segera melakukan pertemuan dengan warga,” jelas Wahyu.

Masih menurut Wahyu, pihaknya tidak mengulur-ulur waktu, tetapi perlu berhati-hati. Sebab permasalahannya sangat komplek. Sehingga masalah ini dapat diselesaikan tetapi tidak menimbulkan masalah baru.

“Kita berharap warga menyadari hal itu, dan tidak menolak kegiatan yang akan kita laksanakan untuk warga. Sebab bisa merugikan masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Sebelumnya warga Gaji juga menolak kunjungan kerja (Kunker) Komisi A DPRD Tuban. Karena masyarakat menilai para wakil rakyat tersebut lebih membela Semen Indonesia. Pernyataan warga dibantah Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto. Pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan tanggapan masyarakat, karena sudah menjadi kewajiban anggota dewan untuk melakukan mediasi dan membela kepentingan rakyat. Sehingga upaya mencarikan solusi kasus ini tetap akan diteruskan.

Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polres Tuban belasan tahun lalu. Atas tindakan dugaan pemalsuan jual beli dengan terlapor mantan Kades Gaji. Namun hingga saat ini juga tidak ada perkembangan berarti. Sudah berkali-kali ganti Kapolres dan Kasat Reskrim, kasus ini selalu diwariskan kepada pejabat baru. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. wonk soko berkata:

    Nasib Wonk Cilik lapor neng endi2 ora pernah di tindak lanjuti isine mung janji2,cba nek sing lapor PT SI ,GPL langsung di laksanakan,uang selalu berkuasa dimna2,,,memeng di negeri ini keadilan tajam di bawah tumpul di atas!!!

  2. Ahmad berkata:

    Ya rakyat yang menjadi korban sulit mencari keadilan. Seumpama kalau perusahaan atau yg punya duit, gak perlu susah-susah kayak begini. Mugo2 kuwalat nek ngorbanke rakyat.