Published On: Sen, Des 5th, 2016

Temuan Pendekar Siaga Dilokasi Banjir Plumpang

PLUMPANG

seputartuban.com – Pendekar Siaga, Minggu (4/12/2016) melakukan kunjungan dan pemberian bantuan makanan instan ke korban banjir di Dusun Ngingas dan Dusun Ngablak Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Terdapat sejumlah temuan yang dapat sebagai bahan pelajaran bagi para Pendekar Siaga yang memiliki salah satu fungsi Pendekar Siaga Bencana.

KERJA KERAS : Personil Pendekar Siaga kelokasi yang dituju harus menyewa 3 perahu untuk mengantarkan bantuan dan menempuh perjalanan sekitar 30 menit

KERJA KERAS : Personil Pendekar Siaga kelokasi yang dituju harus menyewa 3 perahu untuk mengantarkan bantuan dan menempuh perjalanan sekitar 30 menit

Saat di Posko Desa Kedungsoko melaporkan diri terkait kegiatan pemberian bantuan ke lokasi yang sudah diprogramkan, terdapat tarik ulur dengan petugas. Awalnya bantuan dinegosiasi untuk dirubah tujuan lokasinya yakni ke Desa Kedungsoko. “Kita sudah terlanjur janji dengan warga 2 dusun di  Desa Kebomlati yang juga tidak mendapat bantuan. Bahkan warga siap menjemput kami,” kata Koordinator Pendekar Siaga, Hery Prasetyo.

Setelah berdiskusi dengan petugas Posko dan Kades Kedungsoko, disepakati bantuan yang dibawa sebagian besar akan dibagikan di sekitar Posko. Sayangnya saat Pendekar Siaga siap berangkat, tidak ada petugas yang diajak komunikasi karena sedang mengantar bantuan yang baru datang ke warga Desa Kedungsoko. Sehingga para pendekar gabungan dari 4 perguruan/organisasi silat itu melanjutkan aktivitasnya ke lokasi banjir yang telah diprogramkan sebelumnya di kawasan Desa Kebomlati.

BERBAGI : Koordinator Pendekar Siaga, Hery Prasetyo dibantu seorang warga membagikan bantuan

BERBAGI : Koordinator Pendekar Siaga, Hery Prasetyo dibantu seorang warga membagikan bantuan

Sesuai saran warga yang menjemput di tanggul sungai bengawan solo, bantuan agar diantar menggunakan perahu. Sehingga tim memutuskan menyewa 3 perahu milik warga setempat. Karena bantuan tidak dapat diantar pakai mobil, dan jika jalan kaki akan melelahkan. “Perjalanan pakai perahu lebih dari 20 menit menerjang bengawan solo. Memang lokasinya jauh dari akses utama,” imbuhnya.

Setibanya di lokasi pembagian dilakukan di Dusun Ngingas. Menurut pengakuan warga hanya mendapat bantuan sekali dari pemerintah dan kedua kalinya dari Pendekar Siaga. Jika ada bantuan dari ormas atau partai tidak merata. Yang diberi hanya anggotanya saja, sedangkan warga lainya gigit jari.

Kondisi serupa juga di Dusun Ngablak, warga bahkan baru sekali mendapat bantuan yakni dari Pendekar Siaga meski banjir sudah merendam rumahnya berhari-hari. Seperti yang diungkapkan Sukur (58), warga dusun setempat sekaligus pemilik perahu yang disewa para personil Pendekar Siaga. “Temuan kita dilapangan sebagai bahan pelajaran bagi kami dan menjadi bahan diskusi kami,” imbuh Hery.

Pola pendistribusian bantuan yang dilakukan oleh para donatur yang langsung ke lokasi banjir tanpa melalui Posko menyebabkan kesenjangan sosial. Karena mereka sebagian besar memilih lokasi yang mudah dijangkau. Sedangkan bantuan berkali-kali diberikan dari pihak yang berbeda pada kawasan tertentu. Sedangkan kawasan atau wilayah yang jauh atau sulit dijangkau sangat kekurangan bantuan. “Seperti di sekitar Balai Desa Kebomlati itu lebih dari 3 kali menerima bantuan, sedangkan yang dusun di dalam baru ada yang sekali bahkan ada yang belum pernah menerima bantuan,” tegasnya.

Diketahui, Pendekar Siaga dibentuk oleh organisasi silat di Desa Guwoterus, Kecamatan Montong. Terdiri dari SH Terate, IKS PI Kera Sakti, Margaluyu 151 dan Bunga Islam. Peduli korban banjir dilakukan sebagai pembelajaran kepada personil Pendekar Siaga agar saat menjalankan fungsi Pendekar Siaga Bencana mendapatkan pengetahuan awal dan wujud kepedulian sosial.

Pemberangkatan Pendekar Siaga ke lokasi banjir dilakukan Camat Montong, Agus Wijaya di Mapolsek. Kemudian perjalanan berangkat dan pulang dikawal mobil patroli Polsek Montong sekaligus mengangkut personil Pendekar Siaga. Bahkan anggota Polsek Montong ikut turun ke pemukiman warga. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author