Published On: Kam, Jun 16th, 2016

Tarif Bus AKAP Naik 10 Persen

TUBAN

seputartuban.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban menetapkan jasa angkutan umum naik sebesar 10 persen dari tarif normal. sejak Rabu (15/6/2016) pagi, kenaikan tarif tersebut mulai diberlakukan.

Mudik LebaranHal itu disampaikan Kasi Angkutan, Bagian Hubungan Darat  Dishub Pemkab Tuban, Samsul menyebutkan bahwa naiknya tarif tersebut hanya diberlakukan bagi kendaraan  Angkutan Kota Antar Profinsi (AKAP).  “Jika dibandingkan tarif pada tahun sebelumnya, saat ini mengalami peningkatan sebesar 10 persen jika dibandingkan tahun kemarin, kesesuaian tarif tersebut sesuai hasil rakor yang sudah kami laksanakan dengan pihak provinsi pada Selasa (14/6/2016) Pukul 09.00 WIB,” terangnya saat ditemui di ruangan, Rabu (15/6/2016).

Kenaikan tarif tersebut diberlakukan menindak lanjuti  Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 27 tahun 2016 tentang aturan tarif batas atas dan tarif batas bawah kendaraan, dengan pertimbangan tarif yang didasarkan pada biaya operasional.

Saat ini, AKAP jurusan Jakarta, Lebakbulus, Simatupang, Tol Cikampek, Cirebon,Tegal, Semarang, Kudus, Rembang, Tuban, dengan tarif batas bawah sebesar Rp 74.300 dan tarif batas atas sebesar Rp 120.200. Sedangkan trayek jurusan Semarang, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, Surabaya, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi tarif batas bawah sebesar Rp 61.100 dan tarif batas atas sebesar Rp 96.700. Serta trayek jurusan Semarang, Kudus, Tuban, Jember, Banyuwangi  tarif batas atas sebesar Rp 101.000 dan tarif batas bawah sebesar Rp 62.500.

Untuk trayek jurusan Semarang, Tuban, Surabaya, Malang tarif batas bawah sebesar Rp 39.600 dan tarif batas atas sebesar Rp 64.000. Trayek jurusan Semarang, Lasem, Tuban, Bungurasih tarif batas bawah sebesar 31.700 dan tarif batas atas sebesar Rp 51.200. Trayek jurusan Semarang, Tuban, Osowilangun tarif batas bawah sebesar Rp 30.700 dan tarif batas atas sebesar Rp 49.600.

Kenaikan tarif tersebut tidak berdampak pada kenaikan tarif Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), ia menyebutkan bahwa untuk kategori bus besar dan panjang, tarif yang dipatok per kilometer, tarif batas bawah sebesar Rp 103 per kilometer dan tarif batas atas sebesar Rp 167. Sedangkan bus  kecil,  tarif batas bawah sebesar Rp 94 per kilometer dan tarif batas atas sebesar Rp 152 per kilometer. Namun untuk jenis bus yang memiliki trayek di wilayah Tuban hanya bus jenis besar.

Jika diketahui armada bus menarik biaya melebihi tarif yang sudah ditentukan tersebut, ia menghimbau agar segera melaporkanya pada petugas Dishub yang berada di terminal. “Kita hanya berhak menerima pelaporan dari penumpang dan meneruskanya yang memberikan sanksi dari pihak kementrian perhubungan langsung, sanksinya berupa pemberhentian trayek selama 1 bulan,” pungkasnya.  ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author