Published On: Ming, Apr 8th, 2012

Tanggul Sungai Bengawan Solo Kembali Longsor, Debit Air Cenderung Naik Warga Resah

Share This
Tags

Penulis : Pito Suwarsono

RENGEL

Kondisi tanggul ambles

seputartuban.com – Tanggul sungai Bengawan Solo sepanjang 140 meter di Desa Banjar Arum, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, yang baru perbaiki sekitar dua bulan lalu kembali longsor. Warga khawatir tanggul yang berada didekat dengan rumah warga tersebut bisa jebol sewaktu-waktu, sehingga mengakibatkan banjir besar yang mengancam tiga wilayah kecamatan di Tuban.

Dua bulan yang lalu tanggul sungai Bengawan Solo ini longsor dan ambles akibat tergerus air sungai. Karena perbaikannya kurang maksimal, saat ini badan tanggul sungai yang berada di Dusun Blimbing, Desa Banjar Arum, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban ini kembali longsor dan ambles sepanjang 140 meter.

Wargapun dirundung rasa cemas, pasalnya debit air sungai Bengawan Solo yang terus meningkat sejak sepekan terakhir, bisa mengakibatkan tanggul tersebut jebol. Akibatnya puluhan desa di tiga kecamatan yaitu wilayah Kecamatan Rengel, Kecamatan Plumpang dan Kecamatan Widang akan terendam banjir besar.

Warga mengaku jika tanggul jebol, luapan air sungai Bengawan Solo dipastikan tak hanya merendam lahan pertanian, namun juga tambak serta ribuan rumah di wilayah kecamatan Rengel, Plumpang dan Widang. Hingga saat ini perbaikan tanggul belum juga dilakukan pihak-pihak terkait. Padahal jarak tanggul dengan pemukiman warga hanya berkisar 3 meter di bawah tanggul.

Mustajab (50), warga setempat menyatakan, debit air sungai yang terus meningkat  membuat warga kini diliputi rasa was-was. Warga yang awalnya sudah melakukan perbaikan darurat secara swadaya, namun belum genap dua pekan tanggul kembali longsor dan ambles.

Bahkan akibat derasnya arus sungai, tanggul yang longsor justru bertambah parah. Diameter tanggul yang longsor mencapai panjang 140 meter, lebar 5 meter, serta ambles sedalam rata-rata 1,5 meter.

“ada 140 meter panjangnya, katanya mau diperbaiki tapi sampai sekarang juga belum,” ujarnya.

Warga kini hanya dapat pasrah, mereka berharap pemerintah peduli dan segera melakukan upaya perbaikan tanggul yang sudah rusak parah tersebut, agar musibah banjir dapat terhindarkan.

Facebook Comments

About the Author