Published On: Jum, Apr 10th, 2015

Tambang Maut Batu Kumbung Merakurak Makan Korban

MERAKURAK

LANGGANAN TEWAS : Lokasi kejadian dipasang garis Polisi

LANGGANAN TEWAS : Lokasi kejadian dipasang garis Polisi

seputartuban.com – Tambang batu kumbung di petak 43, Perhutani BKPH Merakurak, KPH Tuban, kawasan Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Kamis (09/04/2015) memakan korban jiwa. Seorang pekerja tewas, 3 lainya luka-luka.

Kejadian berawal pada saat keempat korban sedang menambang. Tiba-tiba sekitar pukul 14.00 WIB, batu kumbung yang diatas pekerja yang sudah membentuk atap goa longsor sekitar 1 hektar dengan kedalaman 30 meter.

Akibat kejadian ini, Suwadi (35) Sirmu (50) dan Darwan (35) warga Dusun Koro, Desa Pongpongan menderita luka ringan. Sedangkan Tasrip (50) warga Dusun Palohan, Desa Tuwiri Wetan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit karena menderita luka parah bagian kaki dan kepalanya.

Sebelumnya warga sudah dilarang menambang dilokasi kejadian. Namun tidak diindahkan dengan beragam alasan. “Sudah sering diingatkan agar tidak menambang, namun mereka masih nekat,” kata Kapolsek Merakuak, AKP Benu Hamzah.

Kejadian ini menurut Kapolsek murni disebabkan karena lokasi kejadian labil. Sehingga sangat rawan terjadi longsor. Sehingga usai kejadian, tambang ilegal ini dipasang garis Polisi agar tidak ada warga lain yang memasuki lokasi kejadian.

Sementara itu, Kepala Desa Tuwiri Wetan, Setyobudi menjelaskan kejadian serupa terjadi Kamis (7/2/2010) lalu 3 penambang tewas. 2 diantaranya bapak dan anak adalah Mardio dan Saiful warga setempat. Sedangkan seorang pekerja lainya adalah Suhadi, warga Desa Mayang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

“Lokasi ini sudah tidak layak tambang, sebab kedalamannya lebih dari 30 meter, sehingga rawat terjadi longsor,” jelas Kades.

Pemerintah Desa sudah berupaya memberikan peringatan bahaya menambang, namun juga tetap tidak diindahkan warga. Karena bekerja di lokasi tambang ini yang diandalkan pekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kita berharap agar lokasi itu diledakkan saja biar runtuh. Sehingga tidak ada lagi warga yang melakukan penambangan serta tidak memakan korban lagi,” harap Kades. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author