Published On: Rab, Feb 10th, 2016

Tambang Ilegal Ngerong Tak Gubris Penertiban Sebelumnya

RENGEL

DITEGAKKAN LAGI : Aparat gabungan Sat Pol PP Pemkab Tuban, Polsek Rengel dan Camat Rengel saat dilokasi tambang liar

DITEGAKKAN LAGI : Aparat gabungan Sat Pol PP Pemkab Tuban, Polsek Rengel dan Camat Rengel saat dilokasi tambang liar

seputartuban.com – Upaya tindakan sterillisasi terhadap 10 titik aktifitas tambang ilegal yang menyebabkan runtuhnya dinding goa ngerong ternyata hanya angin lalu. Karena mereka masih kembali melakukan aktifitas tambang seperti sebelumnya pasca penertiban itu.

Pantauan wartawan seputartuban.com ,  wilayah tambang belum berizin yang sempat diberhentikan oleh warga pada awal juli tahun 2015. Namun saat ini masih beroperasi dengan aman-aman. Karena lokasi galian batu kumbung itu terhalang oleh bukit dan tidak terlihat dari jalan raya.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, Satpol PP Pemkab Tuban, Wadiono, yang menerima informasi itu kemudian segera menerjunkan anggotanya kelokasi untuk menghentikan paksa aktifitas tambang liar itu. Di kawasan Dusun Rahayu dan Dusun Lereng Kuning, Desa Rengel Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban.

“16 anggota kami terjunkan untuk memberhentikan paksa aktifitanya. Sedangkan peralatan yang kami amankan diantaranya 4 rol kabel ukuran besar yang digunakan untuk sumber listrik dari mesin genset utama untuk menghidupkan alat pemotongnya. Serta 2 buah accu, dan 1 generator kapasitas 60 ampere  berikut 1 unit alat gergaji listrik,” katanya. Rabu (10/2/2016) siang.

Karena keterbatasan jumlah anggota, Satpol PP Pemkab Tuban hanya berhasil mengamankan berbagai peralatan penunjangnya. Sedangkan seluruh pekerja beserta penanggung jawab tambang berhasil melarikan diri dari penindakan yang dilaksanakan sejak Pukul 09:30 WIB hingga pukul 11:00 WIB tersebut.

Dari data yang berhasil diperolehnya dari pihak desa, tambang ilegal tersebut merupankan Tanggung Jawab Suparman (46), warga setempat. Sehingga yang bersangkutan akan dipanggil ke Kantor Sat Pol PP Senin (15/2/2016) untuk dilakukan pemeriksaan.

“Yang sudah kami data itu akan kita panggil untuk mengetahui siapa saja yang ikut bertanggung jawab atas 10 tambang lainya. Akan dikenakan Perda Nomor 16 Tahun 2014 tentang ketertiban umun dan Ketentraman Masyarakat pasal 09 Huruf ke-1 ayat 1  atas tindakan ilegalnya,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author