Published On: Sel, Apr 22nd, 2014

Tambakboyo Sehat Kecamatan Parengan Masih Bermasalah

Share This
Tags

TUBAN

MASALAH: Kini potensi kecamatan bermasalah masih terjadi di Kecamatan Parengan. Persoalannya, tak lebih juga karena dana bergulir. Hinhgga ini kecamatan yang dipimpin Didik Purwanto itu masih berjuang melepaskan diri dari masalah PNPM yang membelitnya.

MASALAH: Kini potensi kecamatan bermasalah masih terjadi di Kecamatan Parengan. Persoalannya, tak lebih juga karena dana bergulir. Hinhgga ini kecamatan yang dipimpin Didik Purwanto itu masih berjuang melepaskan diri dari masalah PNPM yang membelitnya.

seputartuban.com–Tambakboyo yang sebelumnya masuk dalam status potensi kecamatan bermasalah terkait Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd), mulai berangsur sehat. Itu setelah status “merah” kecamatan di pesisir barat Tuban tersebut sudah dicabut oleh pemerintah pusat, dan kemelut PNPM Perdesaan dinyatakan kondosusif. Artinya, semua persoalan yang selama ini membelit Kecamatan Tambakboyo telah kelar.

Pantauan seputartuban.com, kisruh PNPM di Tambakboyo mulai mencuat Oktober 2013. Sumber masalah karena ada penyimpangan dana bergulir sebesar Rp 142.200.000. Total penyimpangan dana tersebut terjadi di empat desa yakni Desa Plajan, Merkawang, Cokrowati dan Glondongede. Kuat dugaan disalahgunakan oleh pelaku program yang ada di desa dan melibatkan penanggung jawab operasional kegiatan (PJOK) kecamatan.

Nelson Edison Siregar, selaku Fasilitator Kabupaten Tuban, menjelaskan puncak menciatnya skandal PNPM tersebut terjadi Desember 2013. Saat itu Kecamatan Tambakboyo langsug masuk catatan khusus, karena terbukti telah melakukan penyimpangan dana bergulir atau simpan pinjam perempuan (SPP). Menurutnya, dana yang tertulis diatas itu merupakan angka yang cukup besar. Sehingga semenjak berstatus potensi bermasalah, pihaknya selalu melakukan mediasi antara pihak Kecamatan dan Pemkab Tuban.

“Ya tentu saja ketika ada masalah, pihak-pihak yang terkait di PNPM pusing. Tapi ini kan program nasional dan kalau tidak diselesaikan akan berimbas dengan program pemerintah lainnya. Sudah tentu akan menghambat kemajuan desa maupun kecamatan,” terang Edison.

Disebutkan, PJOK Tambakboyo berinisial ZA, dalam waktu dekat ternyata sudah bisa mengembalikan jumlah dana tersebut, atau sebelum sampai batas waktu yang ditentukan yakni akhir Mei 2014. Berkaitan dengan itu Tambakboyo sudah dicabut statusnya dari potensi kecanmatan bermasalah menjadi bebas masalah. Kedepan, tadas Edison, sudah bisa menerima program-program pemerintah pusat lainnya. Meski begitu kecamatan tersebut akan tetap menjadi sorotan, ketika mendapatkan program pemerintah lainnya karena memiliki jejak rekam yang buruk.

“Tentu saja bersyukur karena masalah tersebut sudah diselesaikan, meski sekarang yang menjabat PJOK sudah dipecat,” kata Edison.

Kini potensi kecamatan bermasalah masih terjadi di Kecamatan Parengan. Persoalannya, tak lebih juga karena dana bergulir. Hinhgga ini kecamatan yang dipimpin Didik Purwanto itu masih berjuang melepaskan diri dari masalah PNPM yang membelitnya. AMIN

Facebook Comments

About the Author