Published On: Sel, Agu 11th, 2015

Tak Digubris Bupati Warga Serukan Boikot Pilkada

TUBAN

TAGIH JANJI: Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gaji (FMG) saat meluruk kantor Pemkab Tuban untuk bertemu Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein, Selasa (11/08/2015) pagi.

TAGIH JANJI: Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gaji (FMG) saat meluruk kantor Pemkab Tuban untuk bertemu Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein, Selasa (11/08/2015) pagi.

seputartuban.com-Puluhan massa tergabung dalam Forum Masyarakat Gaji (FMG) selaku korban konflik lahan versus PT Semen Indonesia (PT SI), kembali meluruk kantor Pemkab Tuban untuk bertemu Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein, Selasa (11/08/2015) pagi.

Mereka bermaksud menagih komitmen kedua petinggi daerah tersebut yang sebelumnya mengobral janji akan membela nasib wong cilik.

Warga Desa Gaji pantas kecewa karena kasus yang sudah diadukan kepada DPRD, Bupati Tuban, Polres Tuban dan instansi terkait sejak tahun 2003 lalu hingga sekarang tidak tampak hasilnya.

“Sudah berganti bupati dan DPRD tetapi tidak ada yang merespon sama sekali,” kata Koordinator Aksi, Abu Nasir, saat berorasi di depan kantor pemkab.

Setelah berorasi sejam lebih, orang yang ditunggu yakni Bupati Fathul Huda maupun Wabup Noor Nahar Nahar tak juga tampak batang hidungnya. Massa akhirnya ditemui Asisten Pemerintahan Ahmad Amin Sutuyo.

“Hari ini Pak Bupati dan Wakil Bupati tidak ada di tempat, nanti akan kita agendakan,” tuturnya kepada pengunjuk rasa.

Karena tidak ditemui bupati maupun wabup, para pengunjuk rasa menyatakan sikap bahwa akan memboikot Pilkada Tuban 9 Desember mendatang.

Alasannya Bupati Huda yang dulunya didukung dan dibela matia-matian tetapi sekarang tidak menggubris apa yang menjadi permasalahan warga.

“Kita akan memboikot pilkada Desember nanti. Sebab pimpinan daerah yang kita pilih tidak peduli rakyatnya,” tegas Abu Nasir.

Sebagai bentuk pernyataan sikap itu, warga membubuhkan tanda tangan di atas spanduk yang bertuliskan berbagai tuntutan. Selain itu, warga juga berjanji akan kembali lagi mendatangi kantor Pemkab Tuban dengan masa yang lebih besar lagi.

“Besok kita akan kesini lagi, dengan masa yang lebih banyak,” kata Abu Nasir.

Bupati Tuban Siap Pasang Badan Untuk Warga Gaji

PASANG BADAN: Bupati Tuban Fathul Huda didampingi Wakil Bupati Noor Nahar Hussein saat berdialog dengan Abu Nasir di Desa Gaji, Rabu (18/03/2015) siang lalu.

PASANG BADAN: Bupati Tuban Fathul Huda didampingi Wakil Bupati Noor Nahar Hussein saat berdialog dengan Abu Nasir di Desa Gaji, Rabu (18/03/2015) siang lalu.

Sekedar mengingatkan, luapan emosi warga Desa Gaji bertatap muka dengan Bupati Tuban Fathul Huda akhirnya terlampiaskan juga.

Ini setelah para korban konflik tanah versus PT Semen Indonesia (PT) bertemu langsung dengan Fathul Huda saat blusukan silaturrahmi dengan warga Desa Gaji, Rabu (19/03/2015) siang lalu.

Saat berdialog dengan pemilik lahan yang kini masuk peta data PT SI, Huda berjanji akan membantu menyelesaikan kasus yang sudah berlangsung selama 12 tahun tersebut.

Berkaitan itu, Huda meminta kepada warga untuk secepatnya mengirimkan pengaduan dan kronologi kejadian proses dugaan penyerobotan tanah tersebut.

“Kita siap bantu warga. Nanti akan kita koordinasikan dengan kapolres. Sebab musuh warga adalah BUMN,” tegas Fathul Huda saat berdiskusi warga korban konflik lahan versus PT SI.

Namun begitu, orang nomor satu di Bumi Rongolawe ini, mengharapkan agar permasalahan tersebut dilakukan melalui jalur hukum dan tidak melalui mediasi.

“Karena ini berhubungan dengan perusahaan milik negara. Pemkab Tuban akan membantu apa yang menjadi permasalahan warga,” katanya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. wonk ndeso berkata:

    klo saran saya masyarakat g usah terlalu berharap sama bupati atau dprd krn cman janji2 melulu,klo memang pengen berhasil kerjasama dngan lsm berskala nasional stidaknya kasus ini akn menjdi skla nasional,klo hrapkan bupati apa berani melawan SI yg punya bnyak jringan birokrasi yg kuat dan dana yg bnyak!klo sampaian berharap pda pemerintah tuban saya yakin sampaian akan kecewa di belakangnya…lha wonk kasus sperti pencairan add perangkt berkali2 di buat kecewa ktanya dna sdah masuk rekening ternyta di cek hasilnya Anda belum beruntung!!hehehe,apalgi ini kasus hukum lwanya memang kelas berat,apa emamng pemerintah tuban punya nyali hehehe