Published On: Kam, Okt 2nd, 2014

Tabung Elpiji Meledak Petani Kerek Sekarat

KEREK

PUING MUSIBAH: Kapolsek Kerek AKP Tamami saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Jarorejo, Kamis (02/10/2014).

PUING MUSIBAH: Kapolsek Kerek AKP Tamami saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Jarorejo, Kamis (02/10/2014).

seputartuban.com-Tragedi kemanusian yang bersumber dari tabung gas elpiji subsidi 3 kg terjadi di dua tempat berbeda di Kecamatan Kerek, Kamis (02/10/2014) pagi.

Peristiwa pertama menimpa Tayo, petani 47 tahun di Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek. Meski tidak ada korban harta benda namun hampir separoh tubuh pesanggem, sebutan petani tepian hutan, menderita luka bahar serius terkena ledakan tabung gas elpiji karena selang yang bocor menyambar api dari tungku di dekatnya.

Insiden kedua yang hanya berselang tak lebih dari sejam terjadi dari rumah Suratman di Desa Jarorejo juga di Kecamatan Kerek. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas itu, meski hampir seluruh bangunan rumah belakang yang berbahan kayu ludes dilalap api.

Menurut warga, meledaknya tabung elbiji subsidi yang membuat Tayo harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Sutomo Surabaya, berawal saat korban mengganti tabung elpiji mengalami kebocoran.

Sementara di dekat kompor elpiji terdapat tungku yang masih ada apinya, Kontan semburan gas yang tak terlihat mata telanjang tesebut langsung menyambar api dari tungku yang jaraknya sangat dekat.

Korban berusaha menyelamatkan diri namun tabung gas elpiji yang berada di tanagnnya langsung meleddak. Seketika itu tubuh korban terbakar dan teluka parah.

“Saya mendengar ada yang berteriak minta tolong. Ketika saya datang ternyata api sudah membesar dan tubuh korban telah terbakar,” kata Sukri, salah seorang tetangga korban, Kamis (02/10/2014) pagi.

Lupa Matikan Kompor Rumah Jadi Arang

ELPIJI MELEDAK: Tungku api yang menjadi sumber malapetaka di rumah Tayo Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kamis (02/10/2014) pagi.

ELPIJI MELEDAK: Tungku api yang menjadi sumber malapetaka di rumah Tayo Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kamis (02/10/2014) pagi. (foto-foto: MUHLISIN)

Sementara akibat lupa mematikan kompor elpiji rumah bagian belakang milik Suratman di Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, nyaris rata dengan tanah. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kejadian berawal saat pemilik rumah sedang memasak air namun lupa mematikan kompor elpiji yang masih menyala. Pasangan suami istri yang sama-sama bekerja sebagai guru SD itu tanpa mengecek kompor elpiji yang masih menyala itu dan langsung berangkat mengajar.

“Waktu saya tinggal, lupa mematikan kompor elpiji yang sebelum berangkat ke sekolah memasak air,” kata Suratman getir.

Namun beruntung, api dapat dijinakkan warga sekitar yang mengetahui kebakaran itu dengan menggunakan air yang yang diusung  dari rumah-rumah warga dengan menggunakan alat seadanya. Api dengan cepat dapat dipadamkan menyusul setelah mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi musibah.

“Saya tahu saat ditelepon oleh tetangga tadi. Beruntung Mas, tadi ada warga yang sempat mengetahui kejadian ini. Kalau nggak, pasti sudah habis semua,” katanya.

Kapolsek Kerek, AKP Tamami, membenarkan dua tragedi di wilayahnya. Dia memastikan insiden ini murni human error. Tapi dia belum bisa memastikan berapa total kerugian akibat semburan  si jago merah merah tersebut. MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos