Published On: Sen, Jun 3rd, 2013

Tabrak Nenek Penjual Nasi Jagung, Bus Dibakar Massa

Share This
Tags

BANCAR

Bus dibakar pantura

SIAGA : Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Akmal saat dilokasi kejadian

seputartuban.com – Bus Sinar Mandiri Nopol N 7726 UG mengalami kecelakaan lalu lintas ( Laka Lantas). Menabrak warga di kawasan Jalur Pantura KM. 38, Dusun Mamer, Desa Margosoko, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Senin (03/06/2013).

Kejadian bermula saat bus dikemudikan Sri Utomo (39) warga  Desa Karangturi, RT. 2, RW.1 Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan tinggi. Bus jurusan Surabaya-Semarang tersebut saat kemudian mendahului kendaraan didepanya dengan mengambil jalur kanan.

Pada saat bersamaan, Mbah Kuning (65) warga Dusun Sruki, Desa Margosoko, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban menyebarang dari arah utara ke selatan. Karena jarak yang terlalu dekat, membuat sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraanya.

Dan menabrak penjual nasi jagung tersebut dibagian bemper bagian kanan depan bus hingga terjatuh. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka patah tulang pada pinggul. Dan luka sobek pada perut bagian bawah kanan. Warga yang melihat kejadian ini, langsung menolong korban. Dan saat sampai ke Puskesmas Tambakboyo, korban sudah meninggal dunia.

Bus dibakar pantura

HANGUS : Kondisi dalam bus ludes terbakar

Usai menabrak korban, sopir sempat akan melarikan diri. Dari pengakuan salah satu penumpang, Suryanto (29), warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengatakan jika sopir sempat berkelahi dengan salah satu warga. Namun akhirnya bisa melarikan diri.

Hal ini membuat warga tersulut emosinya. Dan langsung menyuruh penumpang untuk turun. “Warga sambil berteriak suruh turun, turun semua. Bakar-bakar, begitu mas,  terus kami ketakutan. Setelah itu terdengar suara ledakan,” katanya.

Bus dibakar pantura1

TRAGIS : Cucu korban saat mengevakuasi barang nasi jagung, dagangan neneknya.

Wakapolres Tuban , Kompol Kuwadi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai prosedur. Dari hasil keterangan warga dan saksi tetap akan diusut tuntas kasus ini. “Kita sudah mengamankan sopir, sementara korban 1 orang. Kita tetap usut tuntas kasus ini,” ungkapnya.

Diketahui, korban sehari-hari sebagai penjual nasi jagung keliling. Saat kejadian, diduga akan berberjualan untuk menghabiskan daganganya. Terlihat dari barang bawaannya, seperti nasi jagung 20 bungkus dan daun jati sebagai pembungkusnya. Saat usai kejadian ini, barang bawaan korban diamankan cucunya yang masih berusia 11 tahun. (han)

Facebook Comments

About the Author

Displaying 4 Comments
Have Your Say
  1. Goprak berkata:

    Lagi2 Sinar Mandiri…………..memang Bus ini klo dijalan sangat ugal2an, sekai tempo mesti harus dapat pelajaran untung itu tidak sekalian sopirnya di bakar…Mestinya Bapak Polisi memberikan sangsi yang berat pada PO Bus Sinar Mandiri skalian sopirnya bila perlu SIMnya dicabut !!!

  2. Teguh PA berkata:

    perluasan jalan, terutama pada jalan tuban-babat. membuat kendaraan baik roda dua maupun roda empat semakin kencang dan ugal-ugalan. seharusnya polisi tahu akan hal ini dan pos2 polisi yang sudah disediakan dioptimalkan dengan baik untuk mengatur laju kendaraan.

    • Goprak berkata:

      Betul mas Teguh, tp apa ya mungkin polisi bisa untuk itu apalagi terhadap Bus – Bus. Sepertinya polisi nggak berdaya terhadap Bus. Wong Bus yang berhenti untuk cari penumpang di utara aloon-aloon itu saja parkirnya sering menyebabkan penyempitan ya nggak ada perhatian…………..!!

  3. Ciel Phantomhive berkata:

    Sama2 cari rejeki, nenek penjual dan sopirnya jg sama2 apesnya. Buat bang sopir, jgn ugalan2 kalo nyetir. jgn takut ga dapet penumpang karena rejeki udah ada yg ngatur. Kalo kejadian kek gini malah banyak pihak yg dirugikan, termasuk bang sop sendiri. Memang banyak sekali sopir2 bus yg ugal2an. Dan itu merupakan PR untuk polantas agar menertibkan kendaraan ugal2an kek gini. bukan hanya bus, tapi kendaraan lainnya juga.