Published On: Jum, Apr 8th, 2016

Sudah Menjamur, Pasar Modern Baru Diatur

TUBAN

Kepala Disperpar : Farid Achmadi

Kepala Disperpar : Farid Achmadi

seputartuban.com – Kondisi pasar modern atau minimarket dan supermarket di Kabupaten Tuban sudah mulai menjamur. Kini Pemkab Tuban tengah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengaturnya sekaligus melindungi pasar tradisional.

Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Pemkab Tuban, Farid Achmadi menjelaskan Perbup itu didalamnya mengatur keduanya. Yakni penataan pasar modern sekaligus melindungi pasar tradisional.

Dalam Perbup itu akan diatur setiap toko modern wajib memperhitungkan kondisi sosial ekonomi mayarakat sekitar. Termasuk jarak antara toko modern dengan pasar tradisional. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Jarak antara pasar modern dengan pasar tradisional seharusnya minimal 500 meter. “Bahwa tiap mendirikan ruko atau pasar modern harus memenuhi kajian sosial ekonomi. Seperti tingkat kepadatan penduduk dan tingkat ekonomi masyarakatnya,” katanya, Rabu (6/4/2016).

Kondisi saat ini banyak minimarket yang masih berdiri bebas di area yang sangat berdekatan dengan pasar tradisional, bahkan berhadapan. Seperti minimarket yang berada di kawasan Pasar Bangilan dan Pasar Merakurak. Selain itu minimarket yang ada di kawasan Pasar Rengel berjarak kurang 500 meter dari pasar tradisional.

Aturan lain yang juga akan dimasukkan adalah pasar modern tidak diperbolehkan mendirikan di kawasan pemukiman dan perkampungan. Selain itu harus menyerap tenaga kerja putra daerah. Serta harus memberi ruang untuk produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dijual.

“Perkara nanti produknya belum memenuhi standart, kita harapkan kepada pasar modern untuk melakukan pembinaan kepada UKM. Kiranya produk tersebut bisa masuk toko modern harus bagaimana, termasuk pasar modern bisa memberi masukan kekita agar produk UKM bisa akses kedalam pasar modern,” lanjutnya.

Disperpar juga akan bekerja sama dengan pasar modern yang ada di Tuban untuk mewadahi pelaku usaha agar bisa memasukkan produknya secara mentah. “Produk bisa kita masukkan ke pasar modern secara glondongan (mentah), nanti soal kemasan bisa dilabeli pihak pasar modern,” jelasnya.

Farid mengungkapkan rancangan Perbup tersebut saat ini tengah dilakukan kajian hukum. “Sudah sampai ke tahap kajian yuridis. Sudah dikaji oleh bagian hukum sejak setengah bulan yang lalu,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author