Published On: Sel, Jun 17th, 2014

Spesialis Pengedar SS Kos-kosan Diringkus

TUBAN

TAK BERKUTIK: Komplotan pengedar SS yang berhasil diringkus aparat Satreskoba Polres Tuban.

TAK BERKUTIK: Komplotan pengedar SS yang berhasil diringkus aparat Satreskoba Polres Tuban.

Seputartuban.com-Komplotan penjahat yang biasa memasok sabu-sabu (SS) pada sejumlah rumah kos-kosan dengan modus “delivery order” di Kota Tuban, berhasil diringkus aparat Satreskoba Polres setempat.

Penggerebekan yang dilakukan di kawasan Jalan Letda Sucipto Tuban ini, sekaligus menjawab keresahan masyarakat terkait adanya dugaan peredaran SS di sejumlah rumah kos-kosan yang belakangan kian marak.
Dalam penggerebekan itu polisi berhasil mencokok tiga pelaku yang diduga bertindak sebagai pengendar. Mereka adalah Teguh Mukti Wiyata (34) warga Kelurahan Baturetno dan Evan Dwi Prasetyo (25) warga Kelurahan Sidorejo, keduanya di Kecamatan Tuban. Sementara satu lagi adalah Rahmat (33) warga Dusun Klampok, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding. Ketiganya diduga merupakan bagian sindikat pengedar sabu di Bumi Wali.

Bebitu menerima laporan dari arga, polisi langsung turun lokasi dengan menyaru sebagai pembeli. Saat itu, salah satu  pelaku bernama Teguh baru saja bertransaksi dengan pembeli. Mendapati gelagat aneh Teguh berusaha kabur namu8n keburu ditangkap petugas.

Dari hsil pengembangan, Teguh menyatakan memperoleh serbuk haram dari temannya yang bernama Evan Dwi. Selanjutnya, petugas langsung melakukan penangkapan di sekitar rumahnya KElurahan Sidorejo tanpa perlawanan. Dari keduanya, terdapat nama pelaku lain yang diduga menjadi pemasok utama yakni Rohmad.

Untuk membuktikan keterangannya, Teguh dan Evan dikeler untuk menunjukkan alamat temannya itu. Rohmad yang tidak mengetahui sedang menjadi target, terlihat santai di sebuah warung. Tanpa kesulitan polisi meringkus dia.

Kanit 1 Satreskoba Polres Tuban, Aiptu Sukandar, menceritakan bahwa penangkapan kasus estafet ini salah satu bukti keberhasilan. Dalam penangkapan cukup mudah dengan hasil keterangan para terduga pelaku. “Namun ketika terus diinterogasi jalur distribusi itu terputus,” katanya, Selasa (17/06/2014).

Barang bukti yang sudah diamnakan dari ketiganya adalah SS seberat 2,4 gram  serta uang hasil penjualan sebesar Rp 1,450 juta. Dalam kasus ini pihaknya akan terus memburu siapa dalang dari pasokan sabu yang beredar di lingkungan kos. Modus para pelaku, dengan cara memesan melalui SMS, lalu barang dikirim.  HANAFI

Facebook Comments

About the Author