Published On: Jum, Des 18th, 2015

Spesialis Pencuri Mikropon Masjid Lintas Kabupaten Ditangkap

TUBAN

Dibeber : Tersangka dan barang bukti ditunjukkan saat press release di Mapolres Tuban, Kamis (17/12/2015)

Dibeber : Tersangka dan barang bukti ditunjukkan saat press release di Mapolres Tuban, Kamis (17/12/2015)

seputartuban.com – Abdullah Falah (43), kini meringkuk di tahanan Mapolres Tuban. Karena aksi pencurian mikropon masjid yang diduga dilakukanya dibongkar Polisi. Dia ditangkap dirumahnya, Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Senin (14/12/2015).

Terbongkarnya aksi Abdullah atas laporan pengurus Masjid diwilayah Kecamatan Semanding. Yang mengaku kehilangan perangkat pengeras suara. Mendapat laporan ini Polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya mengarah kepada terduga pelaku dan dilakukan penangkapan. “Tersangka diamankan dirumahnya,” ungkap Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, Kamis (17/12/2015).

Hasil pemeriksaan, tersangka melancarkan aksinya dengan modus mengikuti sholat Dhuhur sampai sholat Ashar berjamaah. Kemudian saat masjid sepi dia baru beraksi. Diperkirakan pencurian dilakukan antara pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.00.

Kepada Polisi dia mengaku sudah berulangkali melakukan aksinya selama 3 bulan terakhir. Tidak hanya antar desa di Kecamatan Semanding, namun juga antar kecamatan di Tuban. Bahkan pernah beraksi di Masjid kabupaten lain.

“Tersangka ini spesialis pencuri alat pengeras suara. Ini di buktikan dari pertanyaan yang kami tanyakan ke tersangka sudah berapa kali melancarkan aksi, tersangka menjawab sudah lupa karena sudah sering,” imbuhnya.

Berbagai barang bukti yang sudah berhasil diamankan diantaranya adalah 51 unit mikrofone berbagai merk dan 3 unit amplifier berbagai jenis dari ukuran kecil sedang dan besar.

Sedangkan untuk masjid yang sudah berhasil dipreteli peralatan pengeras suaranya diantaranya adalah masjid Nurul Huda, Desa Boto, Kecamatan Semanding, Masjid Al-falah Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban dengan taksiran kerugian materil sebesar Rp 4 juta.

Selain melancarkan aksinya di Kabupaten Tuban, Beberapa Masjid di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik juga pernah disatroninya.

Sebagai barang bukti diamankan 51 mirkropon berbagai merek dan 4 amplifier. Tersangka menjual mik hasil curianya seharga Rp. 300 ribu hingga Rp. 400 ribu tiap 10 buah mikropon.

“Tersangka ini kami ancam dengan pasal 362 JO pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author