Published On: Kam, Sep 25th, 2014

SPBU Rengel Diserbu Gerombolan Pengecer Bojonegoro

RENGEL

KEWALAHAN: SPBU Rengel yang berada di Jalan Raya Desa Maibit arah Bojonegoro mulai diserbu pengecer dari luar Kabupaten Tuban, Kamis (25/09/2014) pagi. (foto: AKBAR AHMAD ARIF)

KEWALAHAN: SPBU Rengel yang berada di Jalan Raya Desa Maibit arah Bojonegoro mulai diserbu pengecer dari luar Kabupaten Tuban, Kamis (25/09/2014) pagi. (foto: AKBAR AHMAD ARIF)

seputartuban.com-Telatnya armada pengiriman pasokan bensin dan solar bersubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di seputaran Bojonegoro membuat para penjual bensin eceran menyerbu SPBU yang ada di Kecamatan Rengel.

Pantauan seputartuban.com, sejak Kamis (25/09/2014) pagi warga Bojonegoro yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban seperti Desa Simo, Desa Mojoagung dan sekitarnya di Kecamatan Soko menyerbu SPBU Rengel. Petugas SPBU makin kewalahan begitu rombongan pengecer yang berasal dari Desa Kalirejo serta Mulyoagung Bojonegoro juga ikut-ikutan ngedrop.

Karena rebutan memperoleh kucuran bensin maupun solar bersubsidi lebih dulu, kahkan sempat terjadi adu mulut antara rombongan pengecer dengan petugas SPBU. Namun begitu, insiden kecil itu tak berlanjut setelah petugas SPBU memberlakukan sistem antri. Hal ini dilakukan mengingat petugas SPBU harus memprioritaskan warga yang bukan dari golongan pengecer.

Seorang petugas SPBU Rengel, memperkirakan keterlambatan pengiriman bensin dan solar akibat kebijakan pemerintah yang mengurangi kuota BBM bersubsidi dari 48 juta kilo liter menjadi 46 juta kilo liter.

Hal ini, katanya, membuat Pertamina terpaksa harus mengurangi alokasi pasokan BBM bersubsidi untuk setiap SPBU. Tapi, dia juga memprediksi seretnya pasokan BBM karena ada oknum  agen penyalur yang dengan sengaja menimbun. Perbuatan tercela itu dilakukan untuk mengeruk keuntungan jelang detik-detik pemerintah yang segera menaikkan harga BBM.

Sementara Agus Purnomo, seorang pengecer yang mengakul asal Bojonegoro, mengaku terpaksa kulakan ke SPBU Rengel karena di Bojonegoro tengah mengalami kendala pasokan dari depo.

“Saya tadi dari pom bensin yang ada di sebelah baratnya Kampus Unigoro, Mas. Kata petugas SPBU ada kendala pengiriman sehingga dua hari ini BBM kosong,” kata lelaki 28 tahun menata jurigen antrean untuk membeli solar.

Agus mengimbuhkan, jika kelangkaan BBM ini semakin berkepanjangan dikhawatirkan penjual bensin eceran akan menaikkan harga bensin semaunya. Seperti yang biasa terjadi begitu pemerintah mewacanakan kenaikan harga BBM. Untuk itu dia berharap segera mengambil dengan melakukan regulasi dan kebijakan lain yang tidak merugikan masyarakat. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos