Published On: Kam, Nov 15th, 2012

Soal Kesehatan, Warga Kenduruan Terkesan Dianak Tirikan

Share This
Tags

Penulis : Muhaimin

KENDURUAN

seputartuban.com – Perhatian Pemkab Tuban kepada warga kenduruan nampaknya masih perlu ditambah lagi. Pasalnya selain tidak punya dokter di Puskesmas, warga desa mulai resah wabah demam berdarah juga tidak kunjung mendapatkan pengasapan.

Hal ini terungkap dalam reses, Kristiawan, Ketua DPRD Tuban di Desa Bendolateng, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Rabu (14/11/2012). Warga dari berbagai desa di Kecamatan Kenduruan ini beberapa diantaranya mengadu kepada Mas Kris karena meski sejak sekitar setahun lalu, sampai sekarang Puskesmas Kenduruan tidak memiliki Dokter.

Sehingga hal ini sangat meresahkan warga, karena jika harus membutuhkan tenaga medis ini harus ke Puskesmas kecamatan lain. “kami sangat mengharapkan di Kenduruan ada Dokternya, biar warga tidak susah. Karena kesehatan ini sangat berhubungan dengan keselamatan jiwa. Kalau ditangani tidak ahlinya sama dengan kami tidak diperhatikan,” ungkap Sukadi, Warga Desa Sidomukti, Kecamatan setempat.

Selain itu, sejumlah warga Desa Bendolateng sudah terjangkit DBD hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Namun meski ada petugas bidan desa, dan petugas kesehatan lain, kondisi ini tidak kunjung mendapatkan perhatian.

Pasalnya hingga saat ini belum dilakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk pembawa penyakit ini. “di desa kami sedang mewabah DBD. Dan kami meminta agar dilakukan pengasapan. Agar kami bisa tenang, karena beberapa warga terkana demam berdarah ini sampai dibawa kerumah sakit,” kata warga lainya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Saiful Hadi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih terkendala peraturan tentang penempatan Dokter. Pasalnya selain kekurangan tenaga dokter, pihaknya belum dapat menempatkan dokter yang masa diangkat PNS 2 tahun.

Sehingga soal siapa Dokter yang akan ditempatkan di Kenduruan, belum dapat dipastikan siapa dan kapan akan ditempatkan. “tenaga kita terbatas, dan kita bisa mengangkat kalau sudah masa kerja 2 tahun. Di Bangilan ada dokter. Direncanakan tahun kedua kita pindah disana,” jelasnya.

Sementara soal wabah DBD, Saiful mengatakan seharusnya warga melaporkan hal ini ke Polindes, Bidan Desa atau Puskesma setempat. Sehingga jajaranya dapat melaporkan kejadian ini ke Dinkes kemudian dilakukan pengasapan. “ warga dapat melapor ke petugas kesehatan. dan program Desaku Peduli Lingkungan, Puskesmas harus tahu kejadian yang ada disekitarnya,” pungkasnya.

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author