Published On: Ming, Mei 10th, 2020

Soal Amdal NGRR, Kadis ESDM Jatim Angkat Bicara

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

seputartuban.com, JATIM – Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Setiajit turut angkat bicara soal Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam proyek New Grass Root Refinery (NGRR) di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dia menegaskan kepentingan negara harus sejalan dengan kepentingan lingkungan dan masyarakat. Karena kepentingan negara adalah kepentingan masyarakat.

Dia senada dengan Poros Hijau Indonesia yang mengungkapkan perlunya Amdal dalam proses pengerjaan proyek NGRR yang saat ini tengah berlangsung. “Saya setuju harus menggunakan Amdal, karena ada pengembangan lahan reklamasi juga, dan KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) yang punya kewenangan,” ungkapnya, kemarin.

Dokumen Amdal sangat penting sebagai dasar operasional perusahaan. Karena menyangkut keberlangsungan lingkungan secara keseluruhan. Setelah perubahan penetapan lokasi (Penlok) diperlukan dokumen tersebut.

Dokumen sosialisasi Pertamina

“Memang setiap proyek baik milik pemerintah maupun swasta harus diikuti dengan Amdal. Nah review itu kalau sudah ada hasil Amdal-nya baru direview. Tapi kalau baru proses ya proses bukan direview. Jadi urutannya setelah Penlok lalu pengadaan lahan, dibarengi dengan DED dan Amdal,” tegasnya.

Dia menegaskan meski proyek negara, harus tetap mematuhi ketentuan negara. Pihaknya siap membantu sepenuhnya demi kepentingan negara tetap jalan. “Walaupun proyek strategis nasional tetap menggunakan AMDAL dan bisa jalan sambil diselesaikan AMDALnya bersama KLHK. Dan Pemprov akan mendukung sepenuhnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” imbuhnya.

Ditegaskan Pemprov Jatim akan menjalankan fungsinya sesuai ketentuan perundangan. Termasuk dalam mega proyek kilang nasional ini. “Dulu sudah saya ingatkan. Prisipnya tidak ada yang sulit dan tidak perlu dipersulit.

“Kepentingan negara ya kepentingan masyarakat dan tidak ada yang diabaikan, saya akan pantau perkembangannya. Amdal-nya jadi satu kesatuan, kemungkinan ada addendum setiap sisi kepentingan. Misalkan diperlukan pelabuhan khusus, berarti ada addendum untuk Amdal pelabuhan khusus, seperti itu. Seperti reklamasi juga proses perijinan sudah jalan tidak ada yang dilanggar oleh teman-teman Pertamina, apalagi ada investasi asingnya, semua pasti dipenuhi,” tegasnya.

Sebelumnya, Poros Hijau Indonesia meminta proyek NGRR harus tetap mematuhi ketentuan perundangan. Yakni memiliki Amdal setelah perubahan Penlok baru melakukan pengerjaan di lokasi.

Sementara Project Koordinator New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Kadek Ambarawa menjelaskan pihaknya melakukan review Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) pada bulan ini, tertunda karena pandemic Covid-19. Dia menegaskan hal ini sesuai rekomendasi KLHK. Jika kemudian hari KLHK mengeluarkan rekomendasi pembuatan review Amdal karena ada perubahan Penlok, pihaknya siap menjalankannya. NAL

Berita sebelumnya : Poros Hijau Indonesia Pertanyakan Proyek NGRR Tanpa Review Amdal

Update : NGRR Tegaskan Lahan Perubahan Penlok Ada Revisi Amdal

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Data Update Coid-19 Indonesia Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :