Published On: Sab, Okt 19th, 2013

SMAN 3 Tuban Dibobol Maling

Share This
Tags

SEMANDING

seputartuban.com– Kantor Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Tuban Jl, Manunggal, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban dibobol maling. Barang yang dicuri berupa 1 buah Laptop, 1 buah LCD, 1 buah kamera dan 1 buah handy came telah raib digondol maling.

Kantor SMAN 3 Tuban dibobol maling

DIPERIKSA : Tim Identifikasi Polres Tuban sedang memeriksa sidik jari dikaca

Awal mula diketahuinya barang hilang saat salah satu guru sekolah yang bernama Hendro Supartono hendak mempergunakan salah satu barang yang hilang. Barang berada di sebuah alamari di Kantor sekolah.

Saat akan diambil dari almari, Hendro mendapati barang tersebut tidak lagi berada ditempatnya. Selanjutnya, dia langsung bertanya kepada sesama guru lainnya. Namun seluruh staf kantor dan guru tidak mengetahuinya.

Baru sadar, setelah barang-barang elektronik yang lainnya juga ikut raib tidak berada di almari. Kemudian, pihak sekolah langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polisi, Jum’at (18/10/2013) sekitar pukul 09.00 WIB.

Mendapat laporan itu, tim identifikasi Polres Tuban langsung mendatangi lokasi kejadian. Terlihat 2 orang petugas sedang memindai sidik jari disejumlah tempat. Dengan menggunakan peralatan identifikasi diantaranya serbuk acrider berwarna hitam dan putih. Pemeriksaan mulai dari kaca almari sampai beberapa pintu kaca yang dipergunakan untuk membuka almari.

SMAN 3 Tuban dibobol maling

BUKTI : Almari tempat penyimpanan barang yang hilang diperiksa bekas sidik jarinya

Dari proses tersebut, petugas mendapati beberapa sidik jari yang kurang sempurna. Terlihat saat petugas memperlihatkan bekas sidik jari yang samar-samar. Tidak ada tanda-tanda pengrusakan pintu, cendela atau lainnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Staff Tata Usaha (TU), Hendro Supartono saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui hilangnya barang inventaris sekolah sekitar pagi pukul 07.30 WIB.

Kemudian pihaknya langsung menanyakan pada seluruh staf yang diduga menggunakannya. Ternyata barang tidak ada yang mengetahuinya. “Kita belum berani menduganya siapa dibalik ini (pencuri). Yang jelas kita serahkan pada pihak Polisi saja. Kalau kita menuduh tidak enak, ” ungkapnya.

Kasus ini masih ditangani kepolisian. Dengan salah satu caranya mengumpulkan bukti disekolah. Diantaranya melakukan penyelidikan bekas sidik jari di almari penyimpanan barang. (han)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos