Published On: Ming, Okt 26th, 2014

Siswa RA Sambut Tahun Baru Islam Dengan Naik Pick Up

Share This
Tags

KEREK

MELANGGAR ATURAN : Para siswa menaiki kendaraan bak terbuka untu pawai keliling Kerek

MELANGGAR ATURAN : Para siswa menaiki kendaraan bak terbuka untu pawai keliling Kerek

seputartuban.com – Dalam rangka menyambut tahun baru islam, 1 Muharram 1436 hijriyah, ratusan siswa Raudlatul Athfal dan Play Group di kecamatan kerek melaksanakan pawai keliling, Sabtu (25/10/2014) dengan menaiki pick up.

Kegiatan rutin yang sudah dilaksanakan selama 4 tahun ini, sebagai bentuk pendidikan kepada anak usia dini maupun masyarakat. Karena umat islam justru lebih memeriahkan peringatan tahun baru masehi dibanding tahun baru hijiriyah.

“Ini juga sebagai wadah untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah, serta mengisi tahun baru dengan hal-hal yang positif, dan mengingat sejarah islam yang sudah tidak ada yang mau peduli,” kata Ketua Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kecamatan Kerek, Humaidah.

Para siswa menaiki pick up yang sudah dihias agar pawai nampak meriah. Kendaraan bak terbuka ini nampak tidak diberi penutup atau atap seperti anjuran UU Lalu lintas. “Pendanaan kegiatan ini bersumber dari swadaya wali murid dan antusias mereka sangat luar biasa. Tidak hanya kegiatan semacam ini, tetapi juga kita lakukan berbagai macam perlombaan untuk meningkatkan kemampuan para anak didik kita,” ungkapnya.

Sebelumnya IGRA melaksanakan manasik haji di Kompi Senapan C Tuban. Sejumlah lembaga nampak menggunakan mobil bak terbuka untuk mengantar siswanya. Akibatnya 24 kendaraan ditilang Polantas karena melanggar UU Lalu Lintas dan Angkutan jalan nomor 22 tahun 2009.

Menanggapi pelanggaran penggunaan bak terbuka ini, Kasat Lantas Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ahmad Faqih mengatakan, bahwa sesuai perundangan kendaraan bak terbuka jelas mengangkut orang. “Kita sudah melakukan sosialiasi terkait larangan itu, sesuai dengan pasal 303 jo 137 undang-undang nomor 22 tahun 2009, dengan denda sebesar Rp. 250 ribu,” jelas Kasat Lantas.

Selain itu, Kasat Lantas juga sangat menyayangkan kejadian maraknya penggunaan bak tebuka untuk mengangkut siswa usia dini ini. Sebab, seharusnya lembaga atau guru memberikan pendidikan tertib lalu lintas terhadap siswa, namun malah diajarkan melanggar peraturan lalu lintas

“Kegiatan itu sebenarnya sangat bagus, namun kita menyayangkan mereka menggunakan kendaraan bak terbuka. Kita akan melakukan sosialiasi terhadap guru-guru, bahwa setiap melakukan kegiatan jangan sampai melanggar aturan, terutama menggunakan kendaraan bak terbuka,” ujar Kasat Lantas waktu itu. MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos