Published On: Kam, Sep 17th, 2015

Siraman Waranggono Lukai APBD Tuban

TUBAN

MENJAGA BUDAYA: Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein menyiram kepala seorang sindir menandai upacara siraman waranggono di Pemandian Bektiharjo, Semanding, Rabu (16/09/2015) siang.

MENJAGA BUDAYA: Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein menyiram kepala seorang sindir menandai upacara siraman waranggono di Pemandian Bektiharjo, Semanding, Rabu (16/09/2015) siang.

seputartuban.com-Komisi B DPRD Tuban menyebut agenda tahunan upacara siraman waranggono yang digelar Pemkab Tuban di kawasan Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Rabu (16/09/2015) siang, tak selaras kondisi ekonomi rakyat yang sedang sekarat.

Selain hanya buang-buang anggaran, Komisi B juga menganggap ritual yang dilaksanakan sebagai rangkaian Hari Jadi Tuban ini nyata-nyata telah melukai APBD.

“Kesannya hanya seremonial dan sekedar menggugurkan program yang didanai APBD,” tegas anggota Komisi B DPRD Tuban, Warsito, usai menghadiri ritual siraman waranggono di kawasan Pemandian Bektiharjo.

Meski begitu, bukan berarti Warsito lantas tidak mengiyakan acara yang bertujuan sebagai upaya menjaga kekayaan budaya Kabupaten Tuban dan mengapresiasi para pelakunya sehingga bisa eksis sampai sekarang.

“Saya sepakat itu. Hanya saja acara seperti ini harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. Tidak asal-asalan seperti ini. Kesannya hambar dan sekedar seremonial. Miskin ide dan kreativitas,” ungkap Warsito.

SAYANG: Lemah gemulai langlah para waranggono yang sedang mengikuti ritual siraman di Pemandian Bektiharjo, Semanding, Rabu (16/09/2015) siang.

SAYANG: Lemah gemulai langlah para waranggono yang sedang mengikuti ritual siraman di Pemandian Bektiharjo, Semanding, Rabu (16/09/2015) siang.

Menurut hemat dia, hal itu terjadi akibat minimnya sosialisasi. Akibatnya acara yang mestinya bisa dijadikan menarik wisatawan lokal maupun domestik kehilangan greget. Apalagi waktu penyelenggaraannya juga tidak tepat.

“Seperti kita lihat tadi pengunjung kurang antusias. Mungkin beda kalau acaranya digelar hari libur, bukan hari kerja seperti ini,” tandas politisi PKS ini.

Warsito mengatakan, output dari kegiatan ini harus ada. Terutama regenerasi waranggono sangat penting agar budaya ini tidak hilang digerus arus budaya manca.

“Harus ada terobosan dan inovasi baru untuk menarik para wisatawan berkunjung ke Tuban,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Pariwisata Dinas Perekonomian dan Periwisata Tuban, Sunaryo, mengaku sudah melakukan sosialisasi dengan maksimal. Tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga manca negara.

“Kendalanya karena kegiatan itu menyesuaikan dengan kalender Jawa, sehingga sulit untuk mendatangkan wisatawan. Tetapi nanti akan kita koordinasikan,” tutur Sunaryo sembari menjelaskan acara ini menyedot APBD Tuban 2015 sebesar Rp 75 juta.

Acara kalender budaya tahunan ini dimeriahkan 105 waranggono dan 90 pramugari serta pengrawit. Sedangkan waranggono yang baru sebanyak 9 orang. Tahun lalu diikuti sebanyak 99 waranggono, 45 pengrawit dan 65 pramugari.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author