Published On: Sen, Okt 3rd, 2016

Siaga Bencana, Oktober Mulai Masuk Musim Hujan

TUBAN

seputartuban.com – Sesuai dengan surat edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Meteorologi Klas I Juanda Surabaya, nomor KT.304/807/MJUD/IX/2016 Perihal Prakiraan cuaca bulan Oktober 2016 di Jawa Timur. Musim hujan tahun 2016/2017 diprakirakan maju dari waktu normalnya, yakni mulai pertengahan bulan Oktober ini.

JOKO LUDIONO: Warning ini untuk memberikan kecerahan pola pikir masyarakat agar dapat berpartisipasi sebelum terjadinya bencana musiman itu sendiri.

JOKO LUDIONO: Warning potensi bencana musim hujan sudah disampaikan ke pemerintah kecamatan.

Plt. Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono menjelaskan bahwa untuk tahun ini musim hujan akan terjadi lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di wilayah Kabupaten Tuban musim hujan akan terjadi pada pertengahan bulan Oktober dan puncak musim hujan akan terjadi pada awal Nopember. “Musim hujan terjadi lebih awal karena adanya gelombang Lalina dilaut utara,” katanya.

Pada saat masa transisi atau masa peralihan diharapkan waspada adanya hujan lebat yang disertai angin kencang. Sesaat yang bersifat merusak dengan kecepatan mencapai 45 km/jam. Curah hujan bisa mencapai 301-500mm, dan adanya peningkatan suhu maksimum hingga 37 derajat celcius.

Akibat majunya musim hujan itu, dapat menyebabkan curah hujan tinggi, disertai angin puting beliung dan petir. Berapa wilayah di Tuban berpotensi terjadi banjir luapan sungai bengawan solo, banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung. “Saat ini daerah disekitar sungai bengawan solo terkena luapan sungai akibat daerah hulu terjadi hujan lebat,” sambung Joko.

Daerah yang berpotensi terjadi banjir akhibat luapan sungai bengawan solo adalah Kecamatan Kecamatan Soko, Kecamatan Rengel, Kecamatan Plumpang dan Kecamatan Widang. Sedangkan yang berpotensi banjir bandang adalah Kecamatan Merakurak, Kecamatan Semanding, Kecamatan Montong, Kecamatan Kerek, Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Plumpang dan Kecamatan Parengan.

Sementara daerah yang berpotensi terjadi puting beliung adalah Kecamatan Merakurak, Kecamatan Montong, Kecamatan Kerek, Kecamatan Singgahan, Kecamatan Jatirogo dan Kecamatan Parengan. Sedang petir terjadi di Kecamatan Semanding, Kecamatan Palang dan Kecamatan Plumpang.

“Pada saat musim hujan masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana yang akan terjadi. Kita sudah kirimkan surat edaran ke masing-masing kecamatan,” harap Joko.

Pemkab Tuban menyediakan anggaran tak terduga sebesar Rp 9 miliar untuk penanggulangan bencana. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author