Published On: Sab, Jan 23rd, 2016

Sewakan Keranjang Ikan, DKP Digruduk Nelayan Palang

TUBAN

Hearing Nelayan Palang dengan DKP Tuban

PROTES : Nelayan Palang saat dengar pendapat di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Tuban, Jumat (22/1/2016) pagi

seputartuban.com – Nelayan Palang, Jumat (22/1/2015) pagi mendatangi kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Tuban. Mereka mengeluh dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan beberapa oknum UPTD Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Palang yang berdalih untuk biaya perawatan barang melalui sewa.

Darkum (30), salah satu nelayan mengatakan bahwa hingga saat ini oknum TPI palang telah menyewakan keranjang basket (keranjang ikan) kepada nelayan nelayan Palang. Dengan biaya Rp 1.000 per-keranjang basket. Padahal hasil sosialisasi sepekan lalu, DPK menegaskan keranjang ikan yang dipakai nelayan tidak dikomersialkan.

“Seminggu yang lalu Pak Narto menjelaskan bahwa itu aset DKP yang diberikan kepada TPI untuk dipakai nelayan. Tanpa ada pungutan,” katanya.

Harga sewa pungutan tersebut tiap hari terkumpul Rp. 200 ribu lebih. “Satu perahu saja membutuhkan 50 keranjang basket. Sedangkan perahu yang beroperasi tiap harinya bisa mencapai 10 sampai 15 perahu,” jelasnya.

Dana dari hasil penyewaan basket, lanjutnya, 40 persennya untuk jasa penyediaan dan perawatan bagi karyawan PPI. Sedang yang 60 persen tidak ada penjelasan. Nelayan juga merasa janggal, barang milik pemerintah dikomersialkan tanpa dasar dan aturan jelas.

Nelayan berharap DKP segera menindaklanjuti keluhan ini. Serta menuntut Kepala PPI Palang agar diberhentikan, sebagai bentuk tanggung jawab. “Selain itu pimpinan PPI Palang, sudah hampir 3 tahun bertugas juga kurang komunikatif dengan para nelayan,” keluhnya.

Menanggapi keluhan nelayan, Kepala DKP Tuban, Sunarto, menegaskan kerjanjang tersebut aset pemerintah yang diperuntukkan nelayan Palang. Terkait biaya sewa, Sunarto tidak menyalahkan.

Karena biaya tersebut untuk perawatan aset milik pemerintah. “Keranjang basket tersebut adalah aset pemerintah untuk dipinjamkan nelayan, sehingga harus dirawat,” katanya.

Sesuai dengan Perda No 4 tahun 2011 tentang Nelayan, para nelayan Palang untuk segera membentuk lembaga berbadan hukum. Agar keranjang basket tersebut dapat dihibahkan. “Ini untuk menyelesaikan masalah disana,” katanya memberikan solusi. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author