Published On: Kam, Nov 26th, 2015

Setengah Wilayah Kabupaten Tuban Sarang Narkoba

TUBAN

SERIUS: Kasat Reskoba Polres Tuban AKP Budi Frianto saat memaparkan  peta rawan peredararan narkoba sepanjang tahun 2015, Kamis  (26/11/2015) pagi.

SERIUS: Kasat Reskoba Polres Tuban AKP Budi Frianto saat memaparkan
peta rawan peredararan narkoba sepanjang tahun 2015, Kamis (26/11/2015) pagi.

seputartuban.com-Kabupaten Tuban yang akrab dengan tagline Bumi Wali, diam-diam hampir setengah wilayahnya yang berjumlah 20 kecamatan, ternyata jadi ajang peredaran narkoba.

Berdasar skema peta rawan peredaran narkoba jajaran Reskoba Polres Tuban, sabu-sabu (SS) menjadi “primadona” yang merambah secara acak di 10 wilayah kecamatan.

Kasat Reskoba Polres Tuban, AKP Budi Frianto, mengatakan ke 10
kecamatan yang menjadi “pasar” peredaran narkoba itu meliputi Kecamatan Plumpang, Rengel, Parengan, Semanding, Jatirogo, Jenu, Bancar, Widang dan Kecamatan Tuban.

Meski begitu, menurut Budi, fakta mengenaskan tersebut tak membuat jajarannya patah arang dan secara masif menyampaikan pemahaman sekaligus memberikan tindakan hukum kepada masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat turut berperan aktif memantau peredaran narkoba di di lingkungannya masing-masing,” tutur Budi sembari menjelaskan detail peta rawan peredaran narkoba saat ditemui seputartuban.com di Mapolres Tuban, Kamis (26/11/2015) pagi.

Menurut dia, selain memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat terkait dampak narkoba, pihaknya juga secara intensif menyasar siswa mulai tingkat SMP hingga SMA sederajat di seluruh sekolah di Kabupaten Tuban.

Selain SS, sambung Budi, obat-obatan daftar G jenis karnopen juga
menjadi barang dagangan yang mudah didapat. Pendek kata semudah membeli permen.

Disebutkan, sejumlah wilayah yang masuk peta peredaran karnopen adalah Kecamatan Plumpang, Palang, Semanding, TambakBoyo, Merakurak serta Kecamatan Jenu.

“Rata-rata para penggunanya sebagian besar masih berstatus pelajar. Pengguna lainnya didominasi nelayan dan masyarakat umum seperti tukang tambal ban, tukang becak, sopir, karyawan finance. Beberapa di antaranya adalah kontraktor penyedia barang dan jasa,” papar Budi.

Masih kata Budi, sepanjang rentang Januari 2015 hingga jelang tutup November ini ada 56 kasus yang berhasil ditangani. Rinciannya tujuh kasus narkoba jenis SS dan 49 kasus penyalah gunaan obat daftar G jenis Karnopen.

Dari kasus tersebut melibatkan 61 tersangka terdiri dari sembilan
perkara SS, dan 52 tersangka yang tersangkut kasus pengedaraan sediaan barang farmasi tanpa izin berupa obat daftar G jenis karnopen. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author