Published On: Sel, Mar 15th, 2016

Setelah Berdiri 28 Tahun Baru Miliki Gedung Sendiri

KEREK

Foto bersama didepan gedung baru bersam pengurus yayasan, Kepala dan guru RA AL Hidayah serta perwakilan PT Semen Indonesia

Foto bersama didepan gedung baru bersam pengurus yayasan, Kepala dan guru RA AL Hidayah serta perwakilan PT Semen Indonesia

seputartuban.com – Akhirnya impian keluarga besar RA AL Hidayah Desa Karanglo, Kecamatan Tuban untuk memiliki gedung yang layak setelah 28 tahun terwujud. Sebelumnya proses belajar mengajak siswa memakai fasilitas yang tidak layak, bahkan saat hujan tidak dapat dipakai karena bocor.

Gedung yang terdiri dari 2 ruang kelas dan 1 kantor tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp. 330 juta. Dana bersumber dari swadaya masyarakat juga mendapatkan bantuan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui dana sosial perusahaan sebesar Rp. 125 juta.

Kepala RA Al-Hidayah Karanglo, Triatun merasa sangat bahagia telah memiliki gedung sendiri. Sehingga kegelisahan atau beban selama 28 tahun tersebut sudah terurai. “Saya merasa seperti mimpi, sebab bila musim hujan sekolahan yang lama tidak bisa dipakai karena bocor dan kondisinya tidak layak,” ujar Triatun, Minggu (13/3/2016) siang saat acara serah terima gedung dari pengurus yayasan.

Triatun menambahkan, meskipun sudah ada gedung untuk belajar tetapi masih belum dilengkapi alat permainan. Sebab anak-anak akan giat belajar bila dilengkapi dengan alat-alat permainan.

Sementara itu, pendiri Yayasan Al-Hidayah Karanglo, Hadi Utomo mengatakan bahwa yayasan tersebut sudah berdiri sejak 32 tahun yang lalu. Sudah berhasil mendirikan lembaga pendidikan mulai dari tingkat PAUD, RA, MI dan MTs.

“Yayasan ini bukan milik pribadi meskipun sekeluarga yang mendirikannya. Tetapi milik masyarakat, sehingga untuk kemajuannya harus ada peran serta semua masyarakat,” jelas Hadi Utomo.

Pendidikan itu tidak hanya cukup pendidikan pengetahuan saja, tetapi perlu adanya pendidikan karakter. Pendidikan terhadap anak usia dini sangat penting, sebab itu yang menentukan karakter anak saat dewasa. “Wawasan agama, negara sangat penting, bila sudah besar nantinya tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Desa Karanglo, Sunandar menjelaskan desa cukup banyak memiliki dana. tetapi terkendala regulasi yang tidak memperbolehkan dana desa diberikan untuk yayasan. “Dana yang kita terima tidak diperbolehkan untuk yayasan yang bukan milik desa,” ujarnya.

Hal itu mengakibatkan lambatnya pembangunan sarana pendidikan terhadap lembaga pendidikan swasta di desa. Perlu peran serta masyarakat dan juga perusahaan dalam hal itu. “Kita berharap perusahaan melalui dana CSR-nya bisa menjadi solusi mengatasi masalah tersebut,” pungkas Kades.

Kabag Humas dan CSR PT Semen Indonesia, Wahyu Darmawan menjelaskan bantuan tersebut melalui program CSR dan sesuai dengan usulan desa. Diharapkan dengan bantuan itu dapat bermanfaat terutama dalan dunia pendidikan. “Kita berharap bisa membantu mengembangkan pendidikan karakter anak yang saat ini semakin luntur,” kata Wahyu.

Melalui dana sosial diharapkan tidak hanya untuk infrastruktur saja. Tetapi juga dipakai untuk pemberdayaan dan ekonomi masyarakat. Sedangkan untuk program peningkatan kompetensi tenaga pendidik belum ada usulan. Sebab semua program disesuaikan dengan program pemerintah. “PT. SI dari sisi mendukung saja, yang penting ada konsep yang jelas akan kita dukung,” janjinya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author