Published On: Kam, Agu 25th, 2016

Sering Kesemutan, Bisa Saja Itu Gejala Diabetes

TUBAN

seputartuban.com – Belum adanya obat diabetes, masih menjadi momok dalam dunia medis. Karena ahli medis, hingga saat ini hanya bisa mengendalikan kadar gula dalam darah sebagai upaya pencegahanya.

kesemutan copyPenyakit ini memiliki yang timbul, namun kadang masih dianggap sepele oleh masyarakat atau tidak dikhawatirkan, sehingga masih diabaikan.

Mati rasa atau sering kesemutan contohnya, pada banyak kasus yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, kasus diabetes yang menimpa korban tidak pandang usia. Hampir seluruhnya penderita mengalami gejala awal berupa sering mengalami mati rasa.

Sedangkan bagian tubuh yang sering merasakan mati rasa atau kesemutan adalah berada pada area tangan, kaki, beserta jari-jemarinya. Hal ini merupakan peringatan awal diabetes karena kadar gula darah mengalami peningkatan drastis dan membuat serabut saraf mengalami kerusakan.

Selain itu, sering mengalami peningkatan atau keinginan untuk buang air kecil, “Jika hal ini terjadi kami menyarankan agar segera melakukan konsultasikan sedini mungkin pada dokter. Agar segera mendapatkan perawatan dan penanganan sehingga terkontrol,” ungkap Kepala Dinkes Pemkab Tuban, Syaiful Hadi, kemarin.

Beberapa gejala lainya adalah menurunya berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas. Mungkin sebagian masyarakat hal itu menganggap menjadi kabar baik bagi orang yang bermasalah dengan kegemukan maupun obesitas. Namun, melihat setelah dilakukan pemeriksaan ternyata faktor pemicu turunnya berat badan adalah diabetes. Terjadinya penurunan berat badan ini disebabkan lantaran tubuh tidak mampu lagi menyerap glukosa untuk dijadikannya sebagai sumber energi tubuh dengan benar.

Selain itu, meningkatnya nafsu makan tidak seperti biasanya, bisa menjadi tanda awal menderita diabetes. Rasa lapar ini tidak dapat dikendalikan, karena makanan yang sudah ditelan tidak apat masuk ke dalam sel untuk dipakai dalam proses metabolisme, sehingga timbul rasa lapar yang tak dapat dikendalikan.

Kemudian penglihatan mulai kabur atau pandangan menjadi buram. Masalah seperti itu menjadi keluhan umum penderita diabetes. Karena kadar glukosa melonjak naik yang merusak pembuluh darah dan membatasi cairan yang masuk ke mata. Kondisi ini bisa mengubah bentuk lensa dan mata hingga kebutaan permanen. “Tidak hanya mereka yang sudah berusia lanjut, penyakit yang disebabkan tingginya kandungan gula dalam darah ini banyak pula menyerang penderitanya yang berusia 30 tahun kebawah,” lanjutnya.

Beberapa faktor lain adalah masalah kulit, akibat terganggunya sirkulasi darah membuat kelenjar keringat mengalami disfungsional. Sehingga membuat kulit menjadi bersisik, kering, terasa gatal dan iritasi. Proses pemulihan luka yang lamban, kelebihan gula darah membuat sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi tidak normal. Hal itu mempengaruhi laju pemulihan luka akan memakan waktu lebih lama dari biasanya.  “Solusi sebagai pencegahanya ya sering berolah raga atau melakukan aktifitas fisik, terapkan pola hidup sehat, serta sering cek kandungan gula dalam darah,” pungkasnya.

Diketahui, meminum obat dalam jumlah yang ditentukan serta ketika sembuh masih harus mengonsumsi obat dalam takaran yang dikurangi. Saat ini masih dijadikan rujukan paramedis sebagai langkah pencegahanya diabetes. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author