Published On: Sen, Jan 25th, 2016

Separuh Pendapatan Wisata Tuban Untuk Operasional

TUBAN

FARID ACHMADI: Kita akui sampai sekarang kita (pemkab) masih belum memiliki Perda RIPPDA.  Padahal itu syarat mutlak untuk bisa menyerap dana pengembangan kepariwisataan di daerah.

FARID ACHMADI

seputartuban.com – Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban menanggarkan biaya untuk penyedia jasa kebersihan sebesar Rp. 469 juta dalam APBD 2016. Dana tersebut dikelola secara swakelola oleh dinas.

Dana itu digunakan untuk honor tenaga kebersihan non PNS sebesar Rp. 414 juta. Sedangkan belanja alat kebersihan dan bahan pembersih Rp. 51 juta. Serta belanja pemeliharaan gerobak sampah sebesar Rp. 4 juta.

Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Farid Achmadi mengatakan tenaga kebersihan itu adalah tenaga honorer. Mereka tersebar dibeberapa tempat, seperti kantor, tempat wisata dan pasar dengan jumlah 50 orang. “Itupun sebenarnnya kurang, sebab mereka juga merangkap sebagai petugas sobek karcis masuk tempat wisata,” jelas Farid, Senin (25/1/2016).

Mereka adalah tenaga kontrak yang digaji tiap bulan sebesar Rp. 750 ribu. Bila kinerja mereka bagus maka kontrak kerja mereka akan diperpanjang, namun bila tidak sesuai mereka akan diganti. “Dari tenaga yang ada sebenarnya sangat kurang, seperti yang ada di wisata Pantai Boom ada 4 petugas mereka merangkap petugas sobek karcis,” sambungnya.

Ditambahkan untuk tahun anggaran 2016 ini diusulkan kenaikan honor tenaga kebersihan non PNS sebesar Rp. 1 juta. Hal itu masih jauh dibawah upah minimum kabupaten (UMK) Tuban yang ditahun 2016 ini sebesar Rp. 1,7 juta. “Tapi sebenarnya kerja mereka tudak full, hanya pagi, siang dan sore saja. Tiap kita buka lowongan pelamarnya sangat banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, pendapatan dari beberapa tempat wisata yang ada ditahun 2015 sebesar Rp. 1,107,414,500 pertahunnya. Terdiri dari Goa Akbar Rp. 480,412,000, Tempat Pemandian Bektiharjo Rp. 275,130,500, Wisata Pantai Boom sebesar Rp. 341,817,000 dan wisata TWT sebesar Rp. 10,055,000. Sehingga hampir separuh pendapatan daerah dari sektor wisata dikembalikan untuk biaya operasional lagi. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author