Published On: Jum, Jul 29th, 2016

Semester Pertama 2016 Kerugian Perhutani Hampir Rp. 1 Miliar

TUBAN

seputartuban.com – Selama semester awal tahun 2016, terhitung sejak Jumat (1/7/2016) hingga Kamis (30/7/2016) kerugian Perhutani di 3 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) mencapai Rp. 846.671.000. Kerugian itu akibat pencurian kayu hutan di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tuban, KPH Tuban dan KPH Jatirogo.

TERTANGKAP BASAH : Barang bukti hasil curian tersangka saat diamankan petugas gabungan Perhutani dan Polsek Montong

TERTANGKAP BASAH : Barang bukti hasil curian tersangka saat diamankan petugas gabungan Perhutani dan Polsek Montong belum lama ini

Data yang diterima seputartuban.com, dari ketiga KPH itu, kerugian  akibat pencurian tertinggi terjadi diwilayah KPH Parengan, dengan titik rawan pencurian kayu diwilayah BKPH Mulyoagung, BKPH Montong, dan BPKH Parengan.

Rincianya, dari ketiga titik itu pihaknya telah kehilangan sebanyak 1.557 Pohon dengan nilai Rp. 466.430.00. “Untuk diameter pohon yang dicuri ini berkisar antara diameter 60 hingga 70,” terang Bidang Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Parengan Sudarminto.

Sedangkan kerugian tertinggi kedua terjadi diwilayah KPH Jatirogo. Akibatnya telah kehilangan sebanyak 600 Pohon dengan taksiran kerugian nominal rupiah mencapai Rp 164.974.000. Sedangkan kawasan rawan pencurian kayu berada di BKPH Bahoro dan BKPH Nguluhan.

“Antisipasinya dengan Lebih memaksimalkan peran Polhut untuk melakukan patroli rutin, khususnya pada daerah rawan pencurian,”. Kata Bidang Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Jatirogo, Eva Puji Astuti.

Kemudian wilayah KPH Tuban, mengalami kerugian akibat pencurian sebanyak 172 pohon, dengan taksiran kerugian dalam bentuk rupiah mencapai Rp. 215.267.000. Dengan kawasan rawan pencurianya berada diwilayah BKPH Merakurak, dan BKPH Plumpang.

“Data itu berhasil kami dapat dari adanya pelaporan masyarakat, serta beberapa diantaranya hasil penindakan petugas yang berhasil menggagalkan aktifitas pencurian,” jelas Bidang Komunikasi Perusahaan KPH Tuban, Suep.

Diketahui, data kerugian akibat pembalakan hutan sepanjang tahun2015. Ditahun lalu tertinggi tindakan pencurian kayu hutan tertinggi terjadi diwilayah KPH Jatirogo dengan titik rawan pencurian yang sama.

Sepanjang tahun KPH Jatirogo telah kehilangan sebanyak 1.600 pohon dengan taksiran nilai kerugian mencapai Rp. 546.000.000 dengan titik rawan pencurian sama.

Disusul KPH Parengan yang telah kehilangan sebanya 1.796 pohon berdiameter kecil dengan taksiran nilai kerugian mencapai Rp. 363.794.000. Dengan kawasan rawan berada di BKPH Mulyoagung, BKPH Malo, dan BKPH Parengan.

Sedangkan KPH Tuban, sepanjang tahun itu telah kehilangan sebanyak 396 pohon. Berdiameter besar dengan taksiran nilai kerugian mencapai Rp. 379.000.000. Dengan kawasan rawan pencurian berada di BKPH Sigagak, dan BKPH Sundulan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author