Published On: Kam, Apr 21st, 2016

Semen Indonesia Jadi Pionir Manfaatkan Gas Buang Jadi Energi Listrik

KEREK

Proyek Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG)

Proyek Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG)

seputartuban.com – Trobosan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memanfaatkan panas gas buang menjadi energi listrik akan menjadi yang pertama. Proyek Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) itu tengah dalam pengerjaan awal.

Kabag Humas dan CSR, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Wahyu Darmawan, mengatakan proyek WHRPG di Tuban baru tahap pengerjaan awal. “Proyek pemanfaatan panas gas buang menjadi energi ini sudah pada pengerjaan awal. Jadi Semen Indonesia adalah pionir dalam memanfaatkan panas gas buang menjadi energi listrik,” katanya, Selasa (19/4/2016).

Proyek tersebut juga sudah berhasil dikembangkan di pabrik Semen Padang di Indarung V memiliki kapasitas sekitar 8,3 MW per-tahun. Mampu mengurangi emisi CO2 sebagai penyumbang gas rumah kaca sebesar 43.000 ton per tahun. “Sudah berhasil dikembangkan dan dipakai di perusahaan Semen Padang dan di Indarung V,” lanjutnya.

Sedangkan di Tuban, pembangunan WHRPG  berkapasitas sekitar 30,4 MW. Yang akan menghemat biaya operasional pabrik sekitar Rp.120 miliar per-tahun, dan mampu mengurangi emisi CO2 capai 122 ribu ton per-tahun.

Wahyu menyampaikan, pemakaian WHRPG akan diterapkan diseluruh pabrik Semen Indonesia Group. “Secara bertahap, proyek WHRPG akan dikembangkan di seluruh pabrik Semen Indonesia Grup. Dengan target mampu mengurangi emisi CO2 lebih dari 300 ribu ton per-tahun,” tegasnya.

Selain itu, Semen Indonesia juga berhasil mengurangi pemakaian bahan Sumber Daya Alam (SDA). Diantaranya menekan penggunaan air sekitar 20,2 persen. Dengan memanfaatkan air permukaan, air limbah domestik, serta air hujan sebesar 72,5 persen. “Kita mengedepankan prinsip Reuse, Reduce, dan Recycle (3R), dalam proses produksi. Sehingga dalam proses produksi selalu terkendali dan aman bagi lingkungan,” ungkap Wahyu.

Selain itu, BUMN ini juga mampu menjadi solusi bagi pengolahan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) hasil limbah dari industri lain. “Pabrik menggunakan limbah pembakaran batu bara (Fly Ash), limbah pabrik besi (Cooper Slag), dan limbah pabrik kertas (Sludge). Hal ini juga menghemat bahan baku alam,” pungkas Wahyu.

Semen Indonesia sangat serius dalam menangani lingkungan sesuai dengan komitmen perusahaan dalam melaksanakan Triple Bottom Line (Profit, People dan Planet) yang berimbang dan berkesinambungan. Dalam rangka mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author