Published On: Kam, Nov 24th, 2016

Semangat Kebangsaan, Pendekar Siaga Sambangi Kodim Tuban

TUBAN

seputartuban.com – Belasan Pendekar Siaga dari Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Selasa (22/11/2016) malam datang ke Makodim 0811 Tuban. Untu mengiuti istighosah  dan doa keselamatan bangsa bersama lintas masyarakat.

HIKMAT : Pendekar Siaga saat mengikuti istighosah dan doa keselamatan bangsa di halaman depan Makodim 0811 Tuban

HIKMAT : Pendekar Siaga saat mengikuti istighosah dan doa keselamatan bangsa di halaman depan Makodim 0811 Tuban

Ketua Pendekar Siaga, Hery Prasetyo mengatakan meski desanya berjarak 32 KM lebih, tapi tetap berangat ke Makodim dengan sukarela. Karena salah satu fungsi Pendekar Siaga adalah Pendekar Kebangsaan. Yang turut serta secara aktif melakukan pencegahan upaya merongrong kebhinekaan dan NKRI ditengah masyarakat. “Agar rekan-rekan semakin menghayati panggilan jiwanya sebagai Pendekar Kebangsaan,” jelasnya.

Ketua IKS PI Kera Sakti itu berharap agar semangat kebersamaan dan persatuan seperti yang dilakukan Pendekar Siaga dapat ditiru oleh para pendekar diwilayah lain. “Fungsi Pendekar Siaga ini mulai Pendekar Kebangsaan, siaga lingkungan, siaga sosial, siaga bencana, siaga kamtibmas dan siaga anti anti narkoba,” imbuhnya.

Para pendekar dari kawasan perbukitan Montong itu juga diterima langsung Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Sarwo Supriyo di ruanganya usai acara doa bersama. Dalam kesempatan itu Dandim memberikan arahan kepada para pendekar. Agar selalu menjaga kebhinekaan dan persatuan bangsa.

MENERIMA ARAHAN : Dandim 0811 Tuban. Letkol Inf Sarwo Supriyo saat memberikan arahan kepada Pendekar Siaga di ruanganya

MENERIMA ARAHAN : Dandim 0811 Tuban. Letkol Inf Sarwo Supriyo saat memberikan arahan kepada Pendekar Siaga di ruanganya

Seperti yang sudah dicontohkan, meski berasal dari organisasi silat berbeda yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), IKS PI Kera Sakti, Margaluyu 151 dan Bunga Islam, dapat bersatu penuh toleran menjadi Pendekar Siaga. “Perbedaan itu kekuatan, karena kita saling mengisi kekurangan satu sama lain dan saling menguatkan,” kata Dandim.

Diharapkan Pendekar Siaga dapat menjadi contoh lintas organisasi silat. Karena sejatinya perguruan silat adalah aset bangsa. Dulu perguruan silat menjadi alat atau sarana para pejuang kemerdekaan untuk menguatan karakter dan fisik. “Jangan mudah dipecah belah, jangan dibesarkan ego kelompok. Silat adalah warisan leluhur yang harus dipertahankan dan dikembangkan sebagai penguat bangsa. Seperti Pendekar Siaga ini sangat perlu dikembangkan,” imbuhya.

Usai berdiskusi hingga hampir tengah malam, para Pendekar Siaga dengan Dandim nengakhiri pertemuan dengan foto bersama di depan bangunan utama Makodim 0811 Tuban. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author