Published On: Sel, Mar 15th, 2016

Semalam, Penjual Ayam Gagahi 2 Gadis Belia

TUBAN

PESAKITAN : Tersangka menunjukkan barang bukti sebuah baju pramuka milik korban didampingi anggota Polres Tuban

PESAKITAN : Tersangka menunjukkan barang bukti sebuah baju pramuka milik korban didampingi anggota Polres Tuban

seputartuban.com – Tak kuat menahan nafsu biologisnya, Agung Hari Purnomo (36),, warga Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, gagahi 2 gadis belasan tahun dalam waktu semalam. Akibat perbuatanya itu dia kini harus menghabiskan hari-harinya dibalik jeruji besi tahanan Polres Tuban.

Tersangka sudah 3 bulan ditinggal kerja istrinya di Surabaya. Bapak 1 anak itu merasa kesepian bahkan tidak dapat melampiaskan hasrat biologisnya. Hingga penjual ayam itu memanfaatkan kesempatan untuk menggagahi 2 gadis belia.

Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati mengatakan mulanya tersangka mengenal korbanya NR (13) warga Kecamatan Palang melalui Ponsel. Yang didapatnya dari kakak kelas kedua korban.

Melalui pesan singkat tersangka membangun komunikasi dengan korban (NR). Hingga akhirnya keduanya akrab dan korban diajak bertemu. “ Hubunganya semakin akrab tersangka mengajak bertemu korban di sebuah Warnet kawasan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban,” ungkap Elis, Senin (14/3/2016).

Karena korban NR tidak berani, kemudian meminta ditemani NK (14) warga Kecamatan Tuban, untuk bertemu tersangka, Jumat (26/2/2016) pukul 16.30 WIB. Setelah bertatap muka dengan korbanya, pelaku kemudian mengajak keduanya berkeliling berboncengan tiga menggunakan kendaraan sepeda motor. Hingga perlahan dibujuk untuk masuk ke rumah pelaku.

“Awalnya korban ini sudah meminta untuk diantarkan pulang pada Pukul 19:30 WIB. Namun pelaku mengatakan baru akan mengantarkan pulang korbanya pada esok harinya,” imbuhnya.

Setelah pukul 22:00 WIB dan mengetahui korban dalam keadaan tidur pulas. Pelaku perlahan melucuti celana yang dikenakan NK hingga disetubuhi. Hubungan badan itu disaksikan NR, kemudian dia juga diperlakukan sama oleh tersangka.

Kedua korban baru diantarkan pulang pada minggu (28/2/2016) pukul 11.00 WIB, sedangkan orang tua kedua korban baru mengetahui kasus yang menimpa anaknya setelah pihak sekolah memanggilnya. Karena pada Sabtu (27/2/2016) kedua korban tidak masuk sekolah tanpa izin.

“Kedua korban menceritakan kepada pihak sekolah setelah mereka dipanggil. Wali kelasnya karena hari Sabtu tidak masuk tanpa izin. Karena tidak terima, kedua orang tua korban melaporkan tindakan tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tuban,” pungkasnya.
Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, penyidik UPPA Polres Tuban mengamankan tersangka dari rumahnya tanpa perlawanan. Kepada petugas pelaku mengakui seluruh perbuatan yang sudah dilakukanya terhadap kedua korban.

Tersangka diancam dengan pasal 81 JO Pasal 76 d Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara.

Sedangkan barang bukti yang disita diantaranya satu stelan seragam sekolah pramuka dan celana dalam warna merah muda. Serta kemeja lengan panjang motif kotak-kotak milik NR. Serta kemeja lengan panjang warna hijau serta celana olahraga warna biru, serta celana panjang warna coklat milik NK. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author