Published On: Sel, Feb 9th, 2016

Selama 2015 Sebanyak 2,7 Ribu Pasutri Tuban Cerai

Share This

TUBAN

Pengadilan Agama Kab. Tuban

Pengadilan Agama Kab. Tuban

seputartuban.com – Suami tidak bertanggung jawab dan hadirnya wanita idaman lain (Wil) paling banyak menjadi penyebab perceraian selama 2015. Istri menggugat cerai suaminya mendominasi kasus perpecahan rumah tangga.

Selama 2015, perceraian tertinggi dilakukan warga Kecamatan Semanding, disusul kemudian peringkat kedua  kecamatan Tambakboyo. Dan peringkat ketiga kecamatan Palang.

Hal itu dikatakan wakil Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Tuban, Ahmad Busyiril. menurutnya, faktor utama penyebab tingginya angka perceraian tersebut didasari kurangnya tanggung jawab pihak suami terhadap keluarga.

“Data yang kami miliki sepanjang tahun 2015, laporan perkara yang diterima Pengadilan Agama Tuban sebanyak 1.187 untuk kategori cerai talak dan 1.495 kategori cerai gugat, sedangkan yang sudah diputuskan sebanyak 1.236 cerai talak dan 1.495 cerai gugat” terangnya kemarin.

Selama 2015 kasus istri menggugat cerai karena suaminya tidak bertanggung jawab pada Januari  sebanyak 47 perkara. Sedangkan Pebruari sebanyak 45, Maret 62 perkara, April 41 perkara, Mei 38 perkara, Juni 51 perkara, Juli 43 perkara, Agustus 24 perkara, September 75 perkara, Oktober 56 perkara, Nopember 93 perkara, dan Desember 50 perkara. “Untuk perkara perceraian yang kasusnya berdasar atas hadirnya pihak ketiga selama Tahun 2015 seluruhnya berjumlah 172 perkara,” imbuhnya.

Jika dibanding tahun 2014, jumlah perceraian mengalami penurunan.”wilayah terendah tentang jumlah perkara perceraian ditahun 2015 berada di Kecamatan Widang,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Videos